Ahad, 13 Oktober 2019 | 04:00
![]() |
| Gambar 1. Ustaz Thoriq Aziz menyampaikan materi kuliah subuh di Masjid Al-Huda Kerten, Kota Surakarta, Ahad (13/10/2019). |
PERANTARA NASIONAL, Kota
Surakarta — Ustaz Thoriq Aziz menjadi pembicara dalam kuliah subuh di
Masjid Al-Huda Kerten, Kota Surakarta, Ahad (13/10/2019) pagi.
Kuliah subuh kali ini, Ustaz Thoriq mengambil tema Nabi Muhammad,
Saw., Sebagai Suri Tauladan Bagi Umat.
Dalam paparannya, Ustaz jebolan Studi Islam dan Bahasa Arab
Universitas Al-Azhar Kairo itu memastikan bahwa Nabi Muhammad, Saw., sudah
semestinya menjadi suri tauladan bagi setiap muslim.
“Nabi Muhammad, Saw., sudah semestinya menjadi suri tauladan bagi
setiap muslim,” tuturnya.
Menurut Ustaz Thoriq, di dunia ini banyak tokoh yang berpengaruh.
Namun, lanjut ia, Nabi Muhammad, Saw., adalah model percontohan yang paling
utama.
“Di dunia ini banyak tokoh berpengaruh, tapi mereka itu ada
kelemahannya. Jadi Nabi Muhammad, Saw., adalah model percontohan yang paling
utama,” katanya.
Saat ini, Ustaz Thoriq menilai sangat memprihatinkan bahwa arus
globalisasi membawa manusia jatuh cinta kepada prestasi ekonomi atau economic
achievement. Hal itu membuat manusia mengukur kehormatan, kebaikan dan
keutamaan seseorang dari capaian ekonominya. Tatkala ia banyak uang, maka ia
terhormat, namun jika sebaliknya, maka ia buruk dan hina.
“Memprihatinkan, baik-buruknya seseorang, terhormat-tidaknya
pribadi seseorang, bagus-tidaknya peradaban suatu kaum, maju-mundurnya sebuah
bangsa, diukur lewat capaian ekonominya,” tegasnya.
Selain menghadirkan kuliah subuh, kegiatan subuh berkah ini juga
menyediakan sarapan bagi para jamaah dan peserta kuliah subuh. Sarapan pagi ini
menunjukkan bahwa masjid tak sekedar menjadi tempat peribadatan,peraduan dan
menimba ilmu, namun juga sebagai tempat untuk berbagi dan menjalin tali hati
kepada sesama.
![]() |
| Gambar 2. |
![]() |
| Gambar 3. |
![]() |
| Gambar 4. |




Social Header