Breaking News

Thoriq Aziz : Berdiri dan Membersamai Palestina Merupakan Bentuk Kemanusiaan


Thoriq Aziz.

Perantara-Nasional.Com, Kota Surakarta — Thoriq Aziz menyampaikan ceramah keagamaan kepada jemaahnya di Masjid Al-Huda Kerten, Kota Surakarta, Minggu (15/12/2019) pagi. Dalam ceramahnya itu, Thoriq menyinggung permasalahan terbesar umat Muslim di dunia Internasional. Menurutnya, masalah terbesar umat Muslim ialah penjajahan Israel terhadap Palestina yang hingga kini masih terus berjalan.

 

"Masalah terbesar umat saat ini adalah qaḍiyatu falasṭīn, masalah Palestina yang hingga kini masih dalam cengkraman Zionis Israel," kata Thoriq.

 

Ia mengungkapkan sikap keberpihakan kepada bangsa Palestina merupakan wājib al-Muslim al-yaum, kewajiban Muslim terkini. Ia mengingatkan, tugas umat Muslim dimana pun berada harus berpihak kepada Palestina. Berdiri untuk Palestina, tegas Thoriq, berarti berdiri untuk kemanusiaan.

 

"Semua kita memiliki tugas kemanusiaan, berdiri untuk Palestina adalah berdiri untuk kemanusiaan," jelasnya.

 

Thoriq Aziz membeberkan dunia tanpa terkecuali mengetahui pelanggaran yang dilakukan oleh Israel terhadap Konvensi Jenewa. Pelanggaran tersebut, menurut pembacaannya, merupakan pelanggaran yang tidak diragukan lagi, bahkan telah mencapai tingkat kejahatan perang dan kejahatan puncak terhadap kemanusiaan. Berdiri dan membersamai Palestina merupakan bentuk kemanusiaan.

 

"Saat ini semua pihak tahu mengenai pelanggaran dari Konvensi Jenewa yang dilakukan oleh Israel dalam keseluruhan ofensif terhadap masyarakat Palestina dan segala infrastruktur yang ada, pelanggaran yang tidak dapat diragukan lagi dan telah mencapai tingat kejahatan perang dan kejahatan puncak terhadap kemanusiaan. Berdiri dan membersamai Palestina merupakan bentuk kemanusiaan," tandasnya.

 

Diketahui, Thoriq Aziz menjadi penceramah dalam kajian subuh berkah di Masjid Al-Huda Kerten. Selain mensosialisasikan isu Palestina, ia juga menyinggung tentang hikmah dibalik keberagaman status ekonomi yang terjadi di lapangan. Dai jebolan Al-Azhar Kairo itu mengutip Al-Quran Surat Al-Zuhruf Ayat 32. Bahwa Allah, Swt., meninggikan sebagian di antara manusia agar sebagian dapat memanfaatkan sebagian yang lain.

 

Dalam hidup, eksistensi kaya-miskin sudah menjadi ketentuanNya. Kelompok kaya diwajibkan untuk berbagi kepada orang-orang miskin.

 

Islam memandang kemiskinan sebagai suatu hal yang harus disembuhkan.  Di sini peran orang-orang kaya ditunggu. Mereka harus hadir dalam arus kebersamaan untuk membantu orang-orang miskin dan lemah.

 

Kegiatan subuh berkah di Masjid Al-Huda Kerten ini sudah berjalan selama hampir dua tahun lamanya.

© Copyright 2022 - Berinteraksi dalam Keberagaman