Breaking News

Hikmah Filosofis dari Jam Tangan


Oleh Muh. Thoriq Aziz Kusuma
˝Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah.˝ (QS. Shâd: 27)
Hikmah Filosofis dari Jam Tangan

Perantara Nasional, — Jam tangan adalah mahakarya mekanis akal manusia yang menunjukkan keahlian nyata manusia untuk terus berkarya dan berproduksi.

Dalam pembuatannya, jam tangan mengandung argumen teleologis bahwa waktu terus berjalan dan tidak akan pernah kembali, sehingga manusia harus berpikir untuk apa ia hidup dan bagaimana. Manusia harus bisa menghargai setiap waktunya untuk tujuan yang mulia.

Ada teologi alam dan ketuhanan dalam konsep waktu. Waktu yang terus berjalan, bumi yang terus berputar pada porosnya, dan planet-planet tata surya mengelilingi matahari, adalah ayat-ayat yang mendukung keyakinan akan keberadaan Tuhan, Dzat yang Maha Kuasa, yang mengatur jalannya waktu dan alam semesta dengan seimbang.

Baca juga : Pentingnya Keterlibatan Publik dalam Pengawasan dan Kontrol Pemilu

Gerak teraturnya waktu dan planet-planet, membuat akal membenarkan adanya Sang Maha Pengatur dan Perancang yang super cerdas, yaitu Tuhan.

Tuhan terus beroperasi dan campur tangan di alam semesta ini, serta mengotak-atik mekanisme dari waktu ke waktu untuk berlangsungnya kerja alam semesta.

ÙˆَÙ…َا Ø®َÙ„َÙ‚ْÙ†َا السَّÙ…َاءَ ÙˆَالْØ£َرْضَ ÙˆَÙ…َا بَÙŠْÙ†َÙ‡ُÙ…َا بَاطِÙ„ًا ۚ

Artinya : ˝Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah.˝ (QS. Shâd: 27)



© Copyright 2022 - Berinteraksi dalam Keberagaman