Breaking News

Meminta Sehat dan Tak Berharap Mendapat Cobaan


Oleh Muh. Thoriq Aziz Kusuma

Terdapat keutamaan yang besar dalam setiap cobaan dan penderitaan.
Meminta Sehat dan Tak Berharap Mendapat Cobaan.

Perantara Nasional, —   Seorang Muslim hendaklah bersyukur kepada Allah, Swt., atas apa yang telah Allah anugerahkan kepadanya. Selain bersyukur, sudah semestinya seorang Muslim juga meminta kesehatan dan kewarasan.

 اسألوا اللهَ الْعَفْوَ وِالعَافِيَةَ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَمْ يُعْطَ بَعْدَ الْيَقِيْنِ خيرًا مِنَ العَافِيَةِ

“Mintalah 'afwa (ampunan) dan 'āfiyah (kesehatan dan kewarasan) kepada Allah. Karena sesungguhnya seseorang dari kalian tidaklah diberikan hal yang lebih baik setelah keyakinan (iman) lebih baik dari 'āfiyah.” HR.Tirmiżi

Sementara cobaan Allah, Swt., diberikan kepada yang Dia cintai.

عن أنس رضي الله عنه, عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ  

Dari Anas, Ra., meriwayatkan bahwa Nabi, Saw., bersabda: “Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan jika Allah mencintai suatu kaum Dia akan menguji mereka, siapa yang rida maka baginya keridaan (Allah) dan siapa yang murka maka baginya kemurkaan (Allah)." HR.Tirmiżi

Terdapat keutamaan yang besar dalam setiap cobaan dan penderitaan. Orang yang sedang diuji oleh Allah, Swt., dengan berbagai macam cobaan, musibah, rasa sempit dan penderitaan, harus tersenyum, gembira dan bersyukur. Ternyata mendapatkan ujian dan cobaan dari Allah, Swt., itu indah dan nikmat.

Sebagaimana banyak sekali hadis-hadis Nabi, Saw., yang mengindikasikan perihal keutamaan bersikap sabar atas cobaan dan penderitaan setelah kejadiannya, dan melarang seorang hamba berharap atau meminta cobaan.

Serupa dengan apa yang dijelaskan oleh Al Bakār Kafūrī dalam Syarḥ Sunan Al Tirmiżi, bahwa maksud dari hadis perihal menyeru untuk berbuat sabar atas cobaan itu ialah setelah kejadiannya, bukan berharap atau meminta cobaan.

Diterangkan juga oleh Imam Al Nawawī dalam Syar Ṣaīḥ Muslim, bahwa makruh hukumnya berharap cobaan dan penderitaan.

Sesungguhnya bagi seorang Muslim, Allah, Swt., membukakan dan mensyariatkan baginya banyak sekali amalan-amalan yang mengantarkannya kepada dicintai olehNya. Maka semestinya seorang hamba haruslah mencari cinta dan rida Allah dalam seriat amal kebaikan.

© Copyright 2022 - Berinteraksi dalam Keberagaman