Breaking News

Sebutan Ulama Tak Sebatas Diberikan kepada yang Memiliki Ilmu


Oleh Muh. Thoriq Aziz Kusuma

Sebutan Ulama Tak Sebatas Diberikan kepada yang Memiliki Ilmu.

Perantara Nasional — Sungguh sedikit yang berhak dipanggil sebagai ulama, karena sebutan ulama tak sebatas diberikan kepada yang memiliki ilmu.

عن أبي هريرة - رضي الله عنه - عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "سيأتي على أمتي زمان تكثر فيه القراء، وتقل الفقهاء، ويقبض العلم، ويكثر الهرج" قالوا: وما الهرج يا رسول الله؟ قال: "القتل بينكم ثم يأتي بعد ذلك زمان، يقرأ القرآن رجال، لا يجاوز تراقيهم ثم يأتي من بعد ذلك، زمان يجادل المنافق الكافر المشرك بالله، المؤمن بمثل ما يقول" 

Dari Abu Hurairah, Ra., bahwa Nabi, Saw., bersabda: ”Akan tiba masanya pada umatku terdapat banyak qurrā’, sedikit fuqahā’, tercabutnya ilmu dan banyak kejadian al-haraj. Ditanya apakah itu al-haraj? Jawabnya, pembunuhan sesama kalian sendiri. Kemudian akan tiba satu masa, terdapat pembaca Al-Quran tapi bacaannya tidak sampai kerongkong mereka. Kemudian akan tiba masanya di mana orang munafik, kafir dan musyrik membantah orang mukmin sama dengan ungkapannya.” (HR Al-Hākim dan Thabranī)

Disebutkan dalam buku "Ittiḥāf Al-Jamā'ah bimā fā Al-fitan wa Al-Malāḥim wa Asyrāṭ Al-Sā'ah," karangan Syeikh Al-'Allāmah Al-Muḥaddiṡ Al-Faqîh Hamûd ibn Abdullâh bin Hamûd ibn Abd Al-Rahmân Al-Tuwaijirî, bahwa ekspresi dari hadis ini sudah mulai tampak di zaman sekarang, dimana sedikit sekali fuqahā’, para ulama dan ahli fikih yang paham tentang Al-Quran dan Al-Hadis, namun banyak bermunculan qurrā’, para pembaca (Al-Quran) baik dari kalangan orang-orang tua, muda-mudi maupun anak-anak.

Bersamaan dengan itu, ditambah bermunculan banyaknya fitnah yang berterbangan di medsos yang mengatasnamakan ulama tapi sama sekali tidak merefleksikan entitas, identitas dan kualitas ulama.

Banyak dari publik yang memberikan gelar ulama kepada yang tak berhak.

Karena sejatinya ulama tak sebatas yang punya ilmu, namun ia yang berilmu dan takut kepada Allah, Swt., serta mengamalkan ilmunya. Berilmu bukan sekedar jago bicara dan penuh dengan atribut, tapi tentang rasa takut kepada Allah, Swt.

Baca juga: Rahasia di Balik Belum Dikabulkannya Sebuah Doa

Oleh karenanya, saya ingin sampaikan bahwa diantara yang dikhawatirkan Nabi, Saw., pada umatnya adalah; mereka yang (diposisikan) menjadi para imam atau pemuka agama, namun mereka menyesatkan.


إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ

"Sesungguhnya yang aku khawatirkan atas umatku adalah para imam atau pemuka agama yang menyesatkan." (HR. Abu Daud)

Saudara-saudara sekalian, tolong jika hendak belajar agama, belajarlah kepada ahlinya. Jangan hanya karena pakaian dan sorbannya serta jago berbicara lantas menjadi barometer bahwa seseorang itu 'âlim fî al-dîn (alim atau ahli ilmu agama).

Mari budayakan cerdas! Terlebih zaman sekarang, jangan bermodalkan share videos di media sosial, lantas berbicara di muka umum tanpa dasar 'ilmul uṣūl yang kuat dan mengata-ngatai para alim ulama yang jelas-jelas sudah kredibel dengan karya dan muṣannifât.

© Copyright 2022 - Berinteraksi dalam Keberagaman