![]() |
| Muh. Thoriq Aziz Kusuma, S. Pd., Lc. |
Perantara
Nasional, Kabupaten Boyolali — Fenomena
maraknya bermunculan para dai, ustaz dan penceramah yang mulai berani berbicara
di muka publik mengenai persoalan-persoalan besar, bahkan mereduksi ulama-ulama
besar internasional yang jelas-jelas kredibel dan berwawasan luas, membuat
Thoriq Aziz ikut berkomentar.
Thoriq yang merupakan alumni Studi
Islam dan Bahasa Arab Al-Azhar Kairo itu mengingatkan para pemuda-pemudi Masjid Al-Mubarak Welar agar setiap mengikuti kajian di manapun untuk tidak mengambil
serta-merta begitu saja, khususnya dalam persoalan-persoalan besar umat dan
bab-bab khilāfiyāt. Menurutnya saat ini adalah era di mana sedikit ulama
ahli fikih dan surplus para dai, penceramah dan ustaz.
"Tolong teman-teman tiap
mengikuti kajian dimanapun untuk tidak mengambil serta-merta begitu saja,
khususnya dalam persoalan-persoalan besar umat dan bab-bab khilāfiyāt. Karena
kita saat ini hidup di era sedikit bahkan krisis ulama ahli fikih dan surplus
para dai penceramah dan ustaz," kata Thoriq kepada jemaah muda-mudi
Al-Mubarak Welar, Kamis (26/6/2020) malam.
Lebih lanjut, Thoriq sangat
mengapresiasi semangat dakwah yang muncul. Namun semangat itu, menurutnya,
harus dibarengi dengan ilmu dan wawasan keagamaan yang mendalam.
"Semangatnya bagus, tapi
harus dibarengi dengan ilmu dan wawasan keagamaan yang mendalam,"
tegasnya.
Sebumnya Thoriq Aziz yang merupakan Anggota International Association of Al Qaradawi Students itu, merespon
beberapa tokoh dai dan ustaz yang berbicara di muka umum tanpa dasar 'ilmul uṣūl
yang kuat dan mengata-ngatai para alim ulama yang jelas-jelas sudah kredibel
dengan karya dan muṣannifât sterkait fatwa penutupan Masjid dan peniadaan sementara penyelenggaraan salat Jumat di pada musim Corona.

Social Header