Breaking News

Di Penutup Khutbah Idul Adha, Thoriq Bicara Soal Fikih Protokol Kesehatan di Tengah Musim Covid-19


Jumat, 31 Juli 2020 | 06:25

Thoriq Aziz usai menjadi Khatib Khutbah Idul Adha 1441 H/ 2020 M di Dukuh Jaten, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Jumat (31/7/2020) pagi.
Perantara Nasional, Kabupaten Boyolali – Dai Jebolan Universitas Al-Azhar Kairo, Thoriq Aziz mengajak jamaah salat Idul Adha di Dukuh Jaten, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, untuk terus mengindahkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan.

Seperti diketahui, pandemi virus Corona di Indonesia belum kunjung mereda. Hingga kini angka positif virus corona di Indonesia telah menembus angka seratus ribu kasus.

"Melalui mimbar ini, saya mengajak jamaah sekalian untuk tetap patuh pada protokol kesehatan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan," ajaknya kepada jamaah, Jumat (31/7/2020) pagi.

Menurut Thoriq,  Al-Wiqāyah (usaha aktif dan maksimal pencegahan penularan Covid-19) dalam sudut pandang fikih dan kajian Islam adalah bentuk ibadah yang bernilai jihad, sedang sebaliknya, tindakan menyepelekan atau sengaja tidak mengindahkan protokol kesehatan dari para dokter ahli dan terkait hingga membawa pada risiko penularan adalah tindakan heterodok, tindakan menyimpang dan cacat secara ushūl.

Al-Wiqāyah itu merupakan bentuk ibadah yang bernilai jihad, sedangkan menyepelekan atau sengaja tidak mengindahkan protokol kesehatan itu adalah tindakan heterodok, tindakan menyimpang dan cacat secara ushūl. Sama seperti saya dibilangin orang, Pak Thoriq ngapain hati-hati saat berkendara di jalan, bukannya jika takdirnya tabrakan ya bakal tertabrak. Saya katakan hati-hati itu perintah Nabi, tertabrak karena sembrono dan yak-yak-an merupakan bentuk perbuatan zalim, sedangkankan jika sudah berhati-hati namun akhirnya tertabrak itu artinya kita sudah menjalankan dawuh kanjeng Nabi,” jelas Thoriq.

Sebagai wujud keseriusan dalam melakukan perlawanan dan pencegahan terhadap penyerabaran Virus Corona, Thoriq yang juga merupakan wartawan PPWI dan Pemred Media Perantara Nasional itu mengikhtisarkan bahwa penanggulangan wabah Covid-19 menjadi kewajiban bersama, tak hanya pemerintah atau lembaga kesehatan, namun masyarakat umum sewajibnya juga ikut berperan aktif dalam melakukan perlawanan dan pencegahan terhadap penyerabaran Virus Corona ini.

© Copyright 2022 - Berinteraksi dalam Keberagaman