Breaking News

Jalan Berlubang: Mimpi Buruk Warga untuk Dilewati


Kamis, 16 Juli 2020 | 06:05

Jalan berlubang dan rusak di depan komplek Masjid Al-Huda Pandeyan (16/7/2020) pagi.

Perantara Nasional, Kabupaten Boyolali – Jalan beraspal tertua di dunia yang diketahui dibangun di Mesir antara 2600 dan 2200 SM. Umumnya jalan dibuat sebagai instrumen kelengkapan untuk menghubungkan satu lokasi ke lokasi lain guna menunjang laju pertumbuhan ekonomi, percepatan akses pendidikan dan sosial-budaya, dan lain sebagainya.

Anggaran pembangunan perbaikan dan penyelenggara jalan merupakan otoritas dan tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tanggung jawab pemerintah menyediakan sarana dan prasana bagi masyarakat diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009, UU No. 32 Tahun 2004, UU No. 23 Tahun 2014, UU No. 38 Tahun 2004, PP No. 34 Tahun 2006, Permen PU No. 78/PRT/M/2005.

Sebuah kemestian dan komitmen yang permanen bagi penyelenggara jalan untuk melakukan perawatan jalan, melakukan perbaikan sesegera mungkin apabila ada jalan yang rusak seperti berlubang-lubang dan longsor serta memberikan tanda-tanda atau rambu-rambu agar tidak menimbulkan kecelekaan dan korban jiwa.

Salah satu contoh jalan yang mengalami kerusakan yaitu terlihat pada ruas Jalan Raya Utama di Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak. Tepatnya dari depan kantor Kepala Desa hingga jembatan kretek Jampen, notably jalan di depan lingkungan Kantor Kepala Desa dan komplek Masjid Al-Huda Pandeyan mengalami rusak dan berlubang.

Warga yang melewati jalan tersebut dihimbau untuk harus waspada dan hati-hati. Sebab, kondisi jalan yang berlubang cukup membahayakan.

Kondisi jalan yang berlubang menjadi keluh kesah dan kecemasan warga dan pengguna jalan. Sebab, dapat membahayakan pengguna jalan, utamanya pengendara roda dua. Mereka kerap hilang kendali usai kejeglong jalan berlubang dan rusak.

Menurut warga sekitar, sudah sering terdapat pengendara sepeda motor yang mengalami  kecelakaan, baik itu tabrakan antar pengendara karena menghindari jalan berlubang maupun karena terpeleset akibat lubang jalan.

Melihat kerusakan jalan, warga pun tak hanya tinggal diam. Sudah beberapa kali warga menguruk bahkan juga pernah disemen. Warga juga sudah mengadu dan menyampaikan aspirasi untuk perbaikan jalan kepada Kepala Desa. Dari pihak pemerintah desa pula menyatakan sudah menyampaikan laporan terkait kondiri jalan yang rusak dan berlobang di jalan itu.

Sudah berapa pengendara yang mengalami kecelakaan akibat motor yang dikendarai masuk ke dalam lubang. Keberadaan lubang yang berada di pinggir kiri kanan jalan membuat pengendara susah untuk menghindar.

Jalan berlubang menjadi mimpi buruk warga dan pengendara untuk dilewati. Semoga mimpi buruk lekas usai, dan segera cepet melek tersadar. 

Akhirnya, penulis kutip pernyataan Nabi Syu'aib, As., seperti tertera abadi dalam Al-Quran Al-Karim, "in urīdu illal-iṣlāḥa mastaṭa't, wa mā taufīqī illā billāh, 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb, Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali." (QS. Hud Ayat 88)

_____

Written by Muh. Thoriq Aziz Kusuma
(Editor in Chief Media Perantara Nasional)

© Copyright 2022 - Berinteraksi dalam Keberagaman