Rabu, 15 Juli 2020 | 21:52
Perantara
Nasional, Jakarta – Perseteruan wartawan versus oknum Kapolsek
Kalideres seakan belum akan mereda. Bahkan, akumulasi kekecewaan para pekerja
media semakin meningkat. Terlebih lagi ketika beredar informasi bohong alias
hoax yang diduga disebarkan Kapolsek Kalideres, Kompol Slamet, melalui sebuah
acara press conference di Mapolsek Kalideres, Selasa, 14 Juli 2020. “Tersangka
Pemeras Bermodus Penyelewengan KJP Mengaku Polisi dan Wartawan” demikian judul
berita yang muncul di media-media bersumber dari pernyataan oknum Kapolres
Kalideres (1).
Merespon tudingan miring Polsek
Kalideres tersebut, Pimpinan Redaksi media online BidikFakta.com, Yoyon Wardoyo
langsung memberikan klarifikasi. Kepada media, Yoyon menjelaskan bahwa keempat
orang yang dituduh wartawan gadungan itu adalah wartawan di media
BidikFakta.Com. Dia juga menyertakan beberapa bukti foto para wartawan itu
beraudiensi bersama anggota-anggota polisi di beberapa unit humas di lingkungan
Kepolisian Metro Jakarta Barat.
"Keempat orang itu adalah
benar wartawan media online bidikfakta.com yang juga tergabung dalam Persatuan
Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Media Group. Hal itu pun sudah kita sampaikan
kepada Kapolsek Kalideres beberapa waktu lalu. Jadi, jangan menggiring opini
bahwa mereka adalah wartawan gadungan," ujar Yoyon memberikan klarifikasi
kepada awak media, Rabu, 15 Juli 2020 (2).
Sementara itu, ketika diminta
komentarnya terkait penyebaran informasi bohong dari oknum Kapolsek Kalideres,
Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menyampaikan bahwa dia sangat kecewa dengan
oknum-oknum aparat seperti itu. Pasalnya, kata Wilson, mereka digaji bukan
untuk berbohong, bukan untuk merekayasa fakta lapangan, bukan untuk sebarkan
dusta dan hoax ke masyarakat.
Lebih lanjut kata alumni PPRA-48
Lemhannas RI Tahun 2012 itu, uang rakyat bukan untuk membiayai press conference
berkonten hoax. Ini sangat memalukan. “Uang negara yang dikumpulkan dari rakyat
tidak boleh digunakan untuk memproduksi berita bohong, menyebarkan dusta dan
hoax. Uang negara harus digunakan untuk melayani masyarakat, bukan untuk
membiayai akal bulus aparat ketika mencari selamat dari keteledorannya dalam
bekerja,” tegas Wilson yang menyelesaikan program pasca sarjananya di bidang
Global Ethics dari Universitas Birmingham, Inggris, ini, Rabu, 15 Juli 2020.
Yang sulit dinalar, kata tokoh
pers nasional yang getol membela wartawan ini, si rentenir penadah 500-an KJP
yang digadaikan warga tidak diusut. Praktek illegal menggadaikan KJP itu adalah
kejahatan terhadap negara, memanfaatkan uang negara untuk sesuatu yang tidak
pada tempatnya. Kawan-kawan wartawan ini, yang dengan sukarela mau mengungkap
kejahatan atas anggaran negara yang diperuntukan bagi pendidikan generasi
penerus bangsa, justru ditangkap atas laporan dari si pelaku praktek illegal
pegadaian KJP.
“Aneh sekali cara berpikir para
oknum polisi kita ini. Laporan penjahat diproses cepat, bahkan terkesan dibela
mati-matian. Wartawan yang katanya mitra Polri, yang sedang berupaya mengungkap
modus kejahatan KJP malah diciduk dan dipenjara. Padahal, saat melakukan
investigasi penyalahgunaan KJP oleh si renternir Tanti Andriani, ada polisi
aktif, bukan gadungan, sekali lagi bukan gadungan, dari Unit Provost Polda
Metro Jaya, benama Gugun Gunadi, ikut bersama kawan-kawan dari media BidikFakta
ini,” ujar Wilson keheranan.
Oleh karena itu, dia mendesak agar
Kapolsek Kalideres dicopot dari jabatannya (3). “Negara rugi banyak. Uang
rakyat hanya dipakai untuk membiayai hidup oknum polisi model Kompol Slamet
itu. Mau berapa lama lagi kita membiarkan uang negara dipakai memproduksi hoax,
digunakan press conference berkonten berita bohong, untuk membelikan pakaian
dalam si oknum aparat yang tidak PROMOTER begitu?” cetus Wilson yang juga
menyelesaikan pendidikan masternya di bidang Applied Ethics dari Universitas
Utrecht, Belanda dan Universitas Linkoping, Swedia, itu.
Kepada Kapolri dan jajaran
pimpinan Polri, Wilson menyarankan agar penempatan personil pimpinan unit dan
sub-unit di jajaran Kepolisian Republik Indonesia dilakukan secara selektif.
Jangan karena seseorang sering setorkan wajah ke atas, dialah yang ditunjuk
jadi kapolda, jadi kapolres, jadi kapolsek, hingga ke jajaran pimpinan unit di
bawahnya. Pimpinan itu harus punya karakter jujur, amanah, dan memiliki wisdom.
“Kepercayaan rakyat terhadap
institusi polri segera akan runtuh jika sikap dan perilaku kepemimpinan di
jajaran polri tidak segera dibenahi yaa. Seorang pemimpin itu wajib memiliki
karakter jujur, amanah, dan sifat bijaksana,” ujar Alumni Program Persahabatan
Indonesia – Jepang tahun 2000 ini penuh harap.
Sementara untuk semua pekerja
media, Wilson menghimbau agar jadilah wartawan yang memegang teguh idealisme
jurnalistik sesuai dengan konsep dasar jurnalisme yang diakui secara universal
sebagaimana termaktub dalam The Element of Journalism. Dua poin mendasar
pertama dari 10 elemen fundamental jurnalisme adalah terkait dengan kewajiban
dan loyalitas jurnalisme, yakni: kewajiban pertama (jurnalisme) adalah kepada
kebenaran dan loyalitas pertama (jurnalisme) adalah kepada warga negara atau
publik (4).
“Jangan main telan saja sebuah
informasi dari press conference seperti yang di Poslek Kalideres itu, walaupun
disebar melalui Humas Polres Jakarta Barat. Kita diberi Tuhan otak untuk
berpikir, bernalar, dan berlogika, dalam merespon segala sesuatu. Jangan sampai
taikpun Anda lahap habis tanpa berpikir (5), haha,” pungkas Wilson sambil
senyum. (APL/Red)
Referensi:
1. Tersangka Pemeras Bermodus
Penyelewengan KJP Mengaku Polisi dan Wartawan
https://megapolitan.kompas.com/read/2020/07/14/15310671/tersangka-pemeras-bermodus-penyelewengan-kjp-mengaku-polisi-dan-wartawan.
2. Kasus KJP, Pimpred Bidik Fakta:
Empat Orang itu Benar Wartawan, Bukan Gadungan!!!
http://www.mpginews.com/2020/07/kasus-kjp-pimpred-bidik-fakta-empat.html
3. Diduga Membela Penadah KJP,
Wilson Lalengke Minta Kapolri Copot Kapolsek Kalideres
https://aktualbanten.com/berita-utama/2101/diduga-membela-penadah-kjp-wilson-lalengke-minta-kapolri-copot-kapolsek-kalideres
4.
The elements of journalism
https://www.americanpressinstitute.org/journalism-essentials/what-is-journalism/elements-journalism/
5. Beritakan Hoax, Kompas dan
Tribunnews Jangan Jadi Penjilat Pantat Kapolsek
http://www.meninjau.com/2020/07/beritakan-hoax-kompas-dan-tribunnews.html

Social Header