Minggu, 2 Agustus 2020 | 08:20
![]() | ||
| (Dari kiri) Jurnalis Indonesia Satu sekaligus Pemred Media Perantara Nasional Thoriq Aziz, Dai Boyolali Busroni Budi Utama, dan Bendahara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Drs. H. Marpuji Ali, M.Si. |
Di tengah merebaknya sebagian
berita yang mengandung hoax, Ayahanda Marpuji Ali menyatakan publik semestinya
mengkonfirmasi dari pangkal berita dan sumber-sumber yang berbeda. Hal itu,
sebagai upaya al-tabayyun (verifikasi) kebenaran berita dari sumber asalnya.
"Berita suatu media juga
perlu untuk kiranya untuk dikonfirmasi dan digali dari sumber-sumber yang lain, ini sebagai upaya
al-tabayyun," katanya di Surakarta, Minggu (2/8/2020) pagi.
Ayahanda Marpuji Ali mengingatkan
bahwa yang perlu didewasakan dari pembaca berita ialah mengoptimalkan daya
kekritisan. Pembaca kritis, lanjutnya, mengenali ragam tulisan yang muncul
dalam surat kabar elektonik maupun cetak, apakah itu fakta liputan, penilaian,
hipotesis, opini, kritik dan inisiatif pribadi.
"Yang perlu didewasakan oleh
pembaca ialah mengoptimalkan daya kekritisan," Bendahara PP Muhammadiyah
itu.
Perkembangan teknologi informasi
yang begitu cepat memicu keleluasaan berita hoax berkembang. Bilamana
masyarakat memiliki pengetahuan dan berupaya mengoptimalkan daya kritis, hoax yang
beredar tidak akan mampu menimbulkan berbagai polemik dan perang tinta. Oleh
sebab itu masyarakat diminta untuk memiliki kesiapan literasi guna mengimbangi
perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat tersebut. (Thoriq)

Social Header