Rabu, 19 Agustus 2020 | 16:42
Perantara
Nasional, Jakarta – Diberlakukannya kembali
Genap- Ganjil di DKI Jakarta mendapat tanggapan serius dari Komite Rakyat
Nasional-Jokowi (Kornas-Jokowi) bahwa pemberlakuan Genap-Ganjil justru
dikhawatirkan akan menambah jumlah warga Jabodetabek terkena virus Corona
(Covid-19). Hal ini dikatakan Sekjen Kornas-Jokowi, Akhrom Saleh di Jakarta,
Selasa (18/8/2020).
Tentunya tanggapan tersebut
memiliki alasan, pertama kata Akhrom, misalnya, pemilik kendaraan yang Nomor
Polisinya Ganjil pastinya akan memilih transportasi umum disaat tanggal genap.
Maka potensi penularan Covid-19 tersebut bisa jadi terkena di fasilitas atau
transportasi umum seperti di KRL/ Commuter Line dsbnya.
“Saya kira ini harus menjadi
perhatian serius bagi pemerintah provinsi DKI Jakarta. Sebab penularan virus
corona besar potensinya difasilitas-fasilitas umum, ya salah satunya
ditransportasi publik,” ujar Akhrom,
Lanjutnya, penerapan protokol
kesehatan memang menjadi sebuah kewajiban, namun bukan berarti pencegahan
lainnya tidak dilakukan.
“Artinya genap-ganjil justru
menambah jumlah penumpang pada transportasi umum. Berbeda dengan warga yang
memiliki mobil lebih dari satu, apalagi nomor polisinya ganjil genap ada,”
tuturnya.
Oleh karena itu, Akhrom menegaskan
agar pemprov DKI meninjau ulang kebijakan pemberlakukan kembali genap-ganjil.
“Nanti kalau sudah benar-benar virus corona hilang, barulah berlakukan kembali,
atau paling tidak menurun jumlah yang kena covid-19,” tutupnya.

Social Header