Sabtu, 8 Agustus 2020 | 07:47
Perantara Nasional, Rabat - Raja
HM Mohammed VI kemarin memberikan perintah untuk mengirim bantuan medis dan
kemanusiaan darurat ke Republik Lebanon, menyusul ledakan tragis di pelabuhan
Beirut, yang memakan banyak korban dan menyebabkan kerusakan material yang
signifikan.
Penguasa Kerajaan Maroko itu
memberikan instruksi segera untuk mengirimkan dan membangun rumah sakit darurat
militer di beirut dalam rangka dalam rangka menyediakan bantuan kesehatan dan
perawatan medis darurat kepada warga yang terluka dalam insiden ini.
Rumah sakit darurat ini terdiri
dari 100 orang, termasuk 14 dokter dari berbagai spesialisasi (spesialis ICU,
ahli bedah, ahli traumatologi, spesialis THT, spesialis mata, spesialis
perawatan luka bakar, ahli bedah saraf, dokter anak, apoteker), perawat khusus
dan staf pendukung. Fasilitas rumah sakit ini terdiri dari ruang operasi, rawat
inap, unit radiologi dan sterilisasi, laboratorium dan apotek.
Bantuan Maroko juga mencakup
obat-obatan pertolongan pertama, produk makanan (makanan kaleng, kacang-kacangan,
susu bubuk, minyak, gula, dan lain-lain), tenda dan selimut untuk menampung
korban bencana. Ini juga termasuk peralatan medis pencegahan terhadap Covid-19,
terutama masker pelindung, alat pelindung diri, mantel, dan gel hidro-alkohol.
Raja HM Mohammed VI pada hari
Selasa mengirimkan pesan belasungkawa dan belas kasih kepada Presiden Republik
Lebanon, Michel Aoun, di mana Raja Maroko menyatakan, atas nama pribadi dan
rakyat Maroko, menyampaikan perasaan simpati dan belas kasih yang mendalam
serta solidaritas yang tulus dengan Lebanon. Raja, di masa-masa sulit ini,
meyakinkan Michael Aoun bahwa Kerajaan Maroko berdiri sebagai saudara bagi
orang Lebanon. (*)
Sumber: Persisma.Org

Social Header