Selasa, 11 Agustus 2020 | 08:42
Perantara Nasional, Sragen – Kegigihan Kadis PUPR Sragen Marija ST,
terhadap aduan masyarakat desa gilirejobaru,
kecamatan miri, kabupaten sragen
(jateng) patut diacungi jempol. Sebelumnya pengerjaan jembatan yang
menghubungkan dukuh sumberjo gondanglegi ada sedikit kekurangan namun pihak
DPUPR dan kontraktor langsung merespon cepat dan segera membenahi kekurangan
tersebut.
Hal tersebut, diapresiasi
masyarakat setempat, Warsito, Selasa (11/8/2020), dikatakannya, kepada media
ini, terimakasih kepada kontroktor dan Pemerintah kabupaten Sragen khususnya
Dinas DPUPR Sragen, karena langsung merespon cepat aduan masyarakat terkait
pengerjaan proyek jembatan di gilirejobaru yang ada sedikit kekurangan, namun
pagi ini saya langsung cek ke lokasi alkhamdulillh pengerjaan jembatan sudah
sesuai kontruksi, contoh pemasangan besi
sudah rapih dengan jarak dan jumlah yang sesuai, beton yang keropos sudah ditutupi
semen aci, meskipun sebelumnya sempat
diberitakan di media online BERITAistana.id pada hari jumat 17 juli 2020.
(11/8/2020). Ucapnya.
Sementara Marija ST selaku Kadis
PUPR saat dikonfirmasi beritaistana.id melalui telepon ia mengatakan Untuk percepatan
pelaksanaan pekerjaan jembatan di gilirejobaru kecaman Miri kabupaten
sragen agar bisa tepat waktu, tepat
kwalitas dan tepat sasaran , agar warga masyarakat segera bisa memanfaatken jembatan tersebut,
kami selaku KA DPUPR Sragen mengarahken kepada tim teknis, tim pelaksana
dan pengawas mempercepat progres nya secara intensife dan lembur, dan
sekarang progres sudah tinggi ,semoga pekerjaan bisa selesai sebelum musim hujan
tiba. terimakasih juga kami sampaikan kepada warga gilirejo baru yang ikut aktife
mengawasi dan mengontrol terus dalam masa pelaksanaan proyek jembatan ini,
Tuturnya.
BERITA SEBELUMNYA
Jumat 17 juli 2020 oleh tim Berita
Istana
Berita Istana Sragen -Aktivis Muda
Gilirejobaru Warsito angkat bicara soal amburadulnya pekerjaan proyek jembatan
yang menghubungkan Sumberjo Gondanglegi Desa Gilirejobaru, Kecamatan Miri,
Kabupaten Sragen . Sebab, proyek yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja
Daerah (APBD) Kabupaten Sragen TA-2020 Rp.948.197.000 yang dikerjakan oleh
CV-M. mandiri ini, kondisinya sangat memprihatinkan apabila diteruskan dan
tidak diperbaiki akan mengganggu kenyamanan berkendara. (Jumat 17 juli 2020)
Warsito Nusantoro Pamungkas
Menurut Aktivis Muda asal
Gilirejobaru Warsito, bahwa dengan amburadulnya infrastruktur jembatan yang
belum selesai dikerjakan ada temuan dilapangan sebagai berikut :
1.Temuan, Elevasi top abutmen beda
tinggi yang bisa menyebabkan gagal kontruksi lantai jembatan.
2.Temuan, penggunaan alat vibrator
beton tidak maksimal yang mengakibatkan beton kropos.
3.Temuan, cor kropos yang
mengakibatkan besi kelihatan dan bisa korosi.
4.Temuan, waktu pengecoran tidak
menggunakan beton decking sehingga slimut beton tipis yang mengakibatkan
kekuatan struktur beton berubah.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada
Dinas PUPR Kabupaten Sragen untuk berani mengambil langkah tegas kepada
kontraktor yang tidak paham pembuatan jembatan yang benar.
“Kontraktor seharusnya memikirkan
kualitas jembatan yang mereka kerjakan ketimbang mengambil untung besar, tetapi
mengabaikan kualitas jembatan itu sendiri dan ini jelas yang dirugikan adalah
masyarakat Desa Gilirejobaru selaku pengguna jembatan tersebut adalah akses
satu satunya menuju ke kota. 17/7/20.
Pria yang akrab disapa Naim ini
menegaskan. Dinas PUPR Sragen harusnya mengambil langkah tegas kepada
kontraktor yang mengerjakan jembatan tersebut seperti peringatan atau tegasnya
mem blacklist kontraktor yang diduga nakal. “Ini adalah peringatan kepada
kontraktor lainya supaya mengedepankan kualitas ketimbang untung besar,”
tegasnya seraya menambahkan, jangan sampai masyarakat berpikir negatif kepada
PUPR/ Bupati Sragen terkait infrastruktur jembatan yang amburadul . “Dinas PUPR
segera memanggil kontraktor tersebut agar segera memperbaiki infrastruktur yang
amburadul ,” jelasnya.
Sebelumnya, amburadulnya
infrastruktur jembatan yang berlokasi di dukuh sumberjo rt 04 yang
menghubungkan ke dukuh gondanglegi, Purworejo, pelembinatur, margimulyo,
plosorejo juga mendapat kritikan dari beberapa tokoh masyarakat gilirejobaru.
Menurut tokoh masyarakat
gilirejobaru Bandi (68) ini bahwa amburadulnya infrastruktur jembatan yang
merugikan masyarakat khususnya para pengguna kendaraan harus menjadi cacatan
penting bagi dinas PUPR Sragen. Sebab, pengerjaan jembatan yang sudah mencapai
50% terlihat amburadul.
“Ini sangat merugikan masyarakat
gilirejobaru. Dan, dinas terkait yakni Dinas PUPR Kabupaten Sragen harus
memanggil kontraktor untuk memperbaiki temuan infrastruktur yang amburadul ,”
kata bandi dirumah warsito.
Bandi menambahkan, pihak
kontraktor harus segera membenahi infrastruktur tersebut, jangan sampai
pelayanan kepada masyarakat terganggu, apalagi sekarang masih berada di musim
penghujan. “Secepatnya harus segera diperbaiki agar masyarakat (pengguna kendaraan)
bisa merasa aman dan nyaman saat melintas jembatan tersebut ,” pungkasnya.
Disisi lain Giarto selaku pemenang
lelang pelaksana proyek jembatan sumberjo gondanglegi saat di konfirmasi
melalui aplikasi Whatsapp dengan nomor :+62 813-2995-6*** pukul 10:44 ia
menjelaskan Maturnuwun, informasinipun. Insya Allah ketinggian jembatan sami
mas, sing kidul niku dereng rampung ngecore. Insya Allah kami berusaha untuk
maksimal mas, yg awalnya jembatan itu pasangan batu saya berusaha untuk minta
di rubah dengan cor beton dengan harapan lebih kuat. Karena daya anggap ini
tempat saya sendiri. Jawabnya.
Sementara itu kepala dinas PUPR
kabupaten Sragen Marija ST saat dikonfirmasi awak media berita istana melalui
aplikasi Whatsapp dengan nomor hp. +62 822-2507-5*** pukul 08:48 WIB ia
menjawab Tks info nya sgr kami cek, BM / pengawas jembatan gilirejo tuk cek
keberan nya, Tim pengawas biar cek lokasi dan di benahi kalo ada yg kurang pas,
Biar di cek dulu oleh tim pengawas dan di cocok kan dgn perencana an nya, Biar
segera di cek dulu oleh tim ya. Jawabnya melalui Whatsapp.
Sementara itu bupati sragen
Kusdinar Untung Yuni Sukowati atau yang akrab dipanggil (mbak yuni) saat
dikonfirmasi belum memberikan jawaban meskipun sudah ada tanda baca.(Awr)
Editor : Umy

Social Header