Rabu, 12 Agustus 2020 | 01:04
Perantara
Nasional, Jakarta – Persidangan 4 jurnalis
BidikFakta.Com atas nama AW, BW, RH, dan AR telah memasuki kali kedua, Selasa,
11 Agustus 2020. Pada persidangan yang berlangusung secara virtual di PN
Jakarta Barat dan Polsek Kalideres hari ini berhasil mengungkapkan banyak fakta
menarik. Selain berbagai keterangan saksi di persidangan yang berbeda dengan
naskah BAP, juga terkuak berbagai fakta lainnya.
Salah satu fakta menarik di
persidangan yang menghadirkan 3 orang saksi hari ini adalah kehadiran oknum
polisi dari unit Provost Polda Metro Jaya, bernama Bunbun. Polisi berpangkat
Brigadir Polisi Satu alias Briptu itu hadir berpakaian lengkap dan atribut
polisi dari unit provost. Selain Briptu Bunbun, saksi lain yang dihadirkan di
persidangan adalah Tanti Andriani, si rentenir penadah KJP dengan modus
pegadaian ilegal Tanti Andriani dalam perkara kriminalisasi wartawan ini
berstatus sebagai korban pemerasan. Hadir juga suami Tanti Andriani, bernama
Usman, sebagai saksi.
"Kehadiran saksi atas nama
Briptu Bunbun dari unit Provost Polda Metro Jaya, lengkap dengan atribut
kesatuannya, di pengadilan tadi menjadi penegasan bahwa Kapolsek Kalideres,
Kompol Slamet R., S.Sos, MM adalah pembohong besar saat memberikan keterangan
pers di depan wartawan beberapa waktu lalu (1)," ungkap Ketua Umum PPWI,
Wilson Lalengke kepada redaksi media ini, Selasa, 11 Agustus 2020.
Parahnya, imbuh Wilson, kebohongan
si Kapolsek Slamet itu diaminkan dan dipublikasikan oleh media sekelas kompas
dan tribunnews. "Media Kompas dan Tribunnews, dan banyak lagi media-media
yang mengaku terpercaya mempublikasikan informasi penuh dusta si Kapolsek
Slamet di media-media mereka. Dasar penjilat pantat Kompol Slamet. Memalukan!
(2)" imbuh alumni PPRA-48 Lemhannas RI Tahun 2012 itu geram.
Sebagaimana diketahui dan
dipublikasikan secara luas beberapa waktu lalu, Kapolsek Kalideres, Kompol
Slamet mengadakan press conference di Mapolsek Kalideres dengan mengundang
puluhan media cetak dan elektronik terkait kasus penahanan 4 jurnalis yang
diduga memeras si rentenis penadah KJP yang digadaikan orang tua siswa, Tanti
Andriani. Dalam konferensi pers itu, Kompol Slamet menyampaikan bahwa Polsek
Kalideres telah berhasil menangkap dan menahan wartawan dan polisi gadungan
dengan tuduhan melakukan pemerasan (3).
"Nyatanya, yang terlibat
dalam kasus itu adalah benar merupakan wartawan dan polisi bukan gadungan atau
palsu. Mereka memang wartawan (4) yang belum lama berselang sudah melakukan
kunjungan audiensi ke unit Humas Polsek Kalideres dan polsek lainnya di Jakarta
Barat. Juga, oknum yang ikut dalam tim itu adalah benar seorang polisi Bunbun
berpangkat Briptu," jelas Wilson yang sejak awal pasang badan terhadap
keempat wartawan media online itu.
Anehnya, tambah lulusan pasca
sarjana Global Ethics dari Universitas Birmingham, Inggris, ini, Kapolres
Jakarta Barat, Kombespol Audi Latuheru, diduga mendukung dan memback-up
kebohongan anak buahnya di Polsek Kalideres itu. "Saya sudah bertemu
audiensi dengan Kapolres Audi tanggal 1 Juli 2020, melaporkan perilaku dan
proses penanganan kasus keempat wartawan oleh Polsek Kalideres (5). Tapi, dia
malah membela Kapolsek itu, dengan mengatakan bahwa proses yang dilakukan
Kapolsek Slamet sudah benar. Audi juga merestui press release dari Kapolsek
yang berisi informasi bohong, dusta, hoax dan putar-balik fakta," beber
Wilson.
Sesuai dengan tata aturan dalam
tubuh organisasi, sudah semestinya seorang pimpinan pada level lebih tinggi
menjadi tumpuan permintaan koreksi dan perbaikan dari masyarakat atas perilaku
dan kinerja bawahannya, termasuk para pimpinan di level lebih rendah. "Ini
malah sebaliknya, bukan dibenahi dan diperbaiki, malah dibela dan dibenarkan
kesalahan-kesalahan bawahnya. Ini kapolres model apa yang kita miliki di
Jakarta Barat. Sangat tidak pantas yang bersangkutan melanjutkan amanah sebagai
pimpinan di jajaran Polri yang dibiayai dari uang rakyat itu," tutup
Wilson yang juga merupakan Ketua Persaudaraan Indonesia-Sahara-Maroko
(Persisma) ini.
Referensi:
1. Kapolsek Sebar Kebohongan
melalui Konferensi Pers, PPWI: Memalukan! Pakai Uang Negara untuk Produksi Hoax
https://pewarta-indonesia.com/2020/07/kapolsek-sebar-kebohongan-melalui-konferensi-pers-ppwi-memalukan-pakai-uang-negara-untuk-produksi-hoax/
2. Beritakan Hoax, Kompas dan
Tribunnews Jangan Jadi Penjilat Pantat Kapolsek
https://pewarta-indonesia.com/2020/07/beritakan-hoax-kompas-dan-tribunnews-jangan-jadi-penjilat-pantat-kapolsek/
3. Diduga Sebarkan Berita Bohong,
Kapolsek Kalideres Dilaporkan ke Propam
https://pewarta-indonesia.com/2020/07/diduga-sebarkan-berita-bohong-kapolsek-kalideres-dilaporkan-ke-propam/
4. Kasus KJP, Pimpred Bidik Fakta:
Empat Orang itu Benar Wartawan, Bukan Gadungan!!!
https://pewarta-indonesia.com/2020/07/kasus-kjp-pimpred-bidik-fakta-empat-orang-itu-benar-wartawan-bukan-gadungan/
5. Polsek Kalideres Tahan Wartawan
Saat Berupaya Ungkap Pegadaian KJP, Ini Pesan Wilson ke Kapolres Jakarta Barat
https://pewarta-indonesia.com/2020/07/polsek-kalideres-tahan-wartawan-saat-berupaya-ungkap-pegadaian-kjp-ini-pesan-wilson-ke-kapolres-jakarta-barat/

Social Header