Sabtu, 19 September 2020 | 23:32
Perantara
Nasional, Jakarta – Ketua Komite I DPD RI
Fachrul Razi Mengajak seluruh rakyat Indonesia agar menunda pelaksanaan Pilkada
9 Desember 2020 mendatang dikarena
pandemi Covid-19 semakin mengkhawatirkan, demikian disampaikan oleh Fachrul
Razi saat di temui sejumlah media di rumah dinas Ketua DPD RI, Jalan Denpasar
21, Kuningan, Jakarta (19/09/2020).
Fachrul Razi yang juga alumni UI
sangat prihatin atas kondisi Covid 19 yang belum berakhir ini, Ia bahkan
meminta secara tegas menolak Pilkada di bulan Desember 2020.
"Kami DPD RI hingga kini
masih tetap meyakini Covid ini akan terus bertambah, bila keramaian masih tetap
terjadi dimana - mana, apalagi akhir - akhir ini kita melihat pendaftaran calon
- calon kepala daerah di KPU, hampir tidak bisa diawasi bahkan dikontrol,"
Kata Fachrul Razi selaku Ketua Komite I DPD RI
Fachrul Razi yang selama ini vokal
bersuara untuk meminta Presiden dapat memikirkan ulang pelaksanaan Pilkada,
mendesak Presiden dapat benar-benar memperhatikan dan mengutanakan keselamatan
105 juta nyawa rakyat Indonesia di 270 daerah yang akan melaksanakan Pilkada.
“Saat ini nyawa lebih utama, kekuasaan politik masih bisa kita pikirkan dimasa
depan, hanya satu solusi, tunda Pilkada sebagaimana diatur dalam pasal 122a
Undang-Undang No. 6 tahun 2020.
Sosok Senator Muda ini asal Aceh
ini justru menilai Pilkada di bulan Desember 2020 tidak akan maksimal, bahkan
kita akan membuka klaster - klaster baru di setiap daerah, bila Pilkada ini
terus dilakukan, Klaster Pilkada akan menjadi menjadi ancaman bagi 105 Juta
Rakyat Indonesia di 270 Daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020.
"Pilkada kali ini akan tidak
maksimal, bahkan kita terus menambahkan klaster
- klaster baru, karena kita hadirkan keramaian - keramaian baru di
setiap daerah, kalau begini trus, kapan berakhirnya Covid-19 dan vaksin pun
belum ditemukan". Ujar Razi.
Ketua Komite l DPD RI menambahkan
dengan melihat Covid yang juga terkena sejumlah elit penyelenggara seperti
Ketua KPU Pusat dan anggota komisioner KPU dan bahkan penyelenggara pilkada di
daerah sangat tinggi. Bahkan menurut Fachrul Razi, lebih dari 60 Bakal Calon
Pilkada sudah positif Covid-19.
"Para elite penyelenggara
satu per satu mulai kena Covid, dan juga penyelenggara di daerah bahkan calon -
calon kepala daerah juga banyak yang kena, bagaimana Pilkada terus
dilaksanakan, saya mengajak rakyat Inodnesia khususnya di 105 Juta yang berada
di daerah yang akan mengalami pelaksanaan Pilkada untuk kita sama - sama bijak
meminta Pilkada 2020 ini agar di tunda di 2021, agar kita menjauhkan dulu dari
Covid-19, lawan kita Covid bukan rival politik kita, mari kita selamatkan
Indonesia dari Covid-19, selesai Covid baru kita berkompetisi secara demokrasi
secara sehat secara bersama sama," Pungkas Fachrul Razi

Social Header