Rabu, 2 September 2020 | 07:26
![]() |
| Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan BRT Kutoarjo-Borobudur di Purworejo pada Selasa (1/9/2020). |
Perantara
Nasional, Purworejo – Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo meresmikan peluncuran Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jawa Tengah Koridor Kutoarjo
(Purworejo)- Borobudur (Magelang) di Purworejo pada Selasa (1/9/2020).
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi
Jawa Tengah, Satriyo Hidayat mengatakan layanan Trans Jateng merupakan bentuk
dukungan Pemerintah Provinsi untuk menunjang Kawasan Strategis Pariwisata
Nasional (KSPN) Borobudur dengan rute Terminal Kutoarjo–Purworejo–Terminal
Borobudur dan sebaliknya seperti dirilis dari laman Pemprov Jateng (28/9).
Rute yang berangkat dari Kutoarjo,
Purworejo akan melintas Stasiun Kutoarjo-Terminal C Purworejo–Pasar
Kutoarjo–Pasar Desa Bandungrejo–Akper Purworejo–GOR Sarwo Edhi Wibowo–Simpang 4
Perum Sucen–Pondok Pesantren An Nawawi–Plaza Purworejo–Pertigaan Maron–SMPN 19
Purworejo–Desa Jati–Pasar Margoyoso–Pertigaan Sekar Panjang–Pasar Krasak–SMK
Muhammadiyah Salaman–Polsek Salaman–SMPN 1 Salaman–Taman Reptile Rescue Borobudur–Balkondes
Saka Pitu–TK PGRI Puspita–Perempatan Koramil (BBC)–Terminal Borobudur.
Rute yang dilewati dari Terminal
Borobudur-Perempatan Koramil (BBC)–TK PGRI Puspita–Balkondes Saka Pitu–Taman
Reptile Rescue Borobudur–SMPN 1 Salaman–Polsek Salaman–SMK Muhammadiyah
Salaman–Pasar Krasak–Pertigaan Sekar Panjang–Pasar Margoyoso–Desa Jati–SMPN 19
Purworejo–Pertigaan Maron–Plaza Purworejo–Pondok Pesantren An Nawawi–Simpang 4
Perum Sucen–GOR Sarwo Edhi Wibowo– Akper Purworejo–Pasar Desa
Bandungrejo–Alun-alun Kutoarjo–Stasiun Kutoarjo.
Direktur Utama BRT Trans Jateng
Koridor Kutoarjo- Borobudur Wahyu
Muji Mulyana mengatakan peresmian
ini sesuai dengan rencana setelah mengalami penundaan karena pandemi. Kalau
sampai waktunya mundur lagi, siapa yang akan menanggung kerugiannya sementara
semua armada pun sudah siap.
“Perlu diketahui bahwa kehadiran
BRT Trans Jateng itu tidak menggusur angkutan yang sudah ada akan tetapi
menggeser dalam arti bahwa terjadi scraping angkutan yang berhimpitan dan
diganti dengan Trans Jateng ini.
Sedangkan untuk proses ini melibatkan para pengusaha untuk berinventasi
dan krunya tentunya dipekerjakan di Trans
Jateng,” lanjutnya.
“Tujuan pertama memang untuk
pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yaitu Borobudur, dimana Borobudur
selama ini selalu identik dengan Yogyakarta maka diharapkan dengan adanya Trans
Jateng ini, masyarakat luas akan semakin tahu dan lebih mengenal lagi Purworejo
karena rute Trans Jateng ini akan melewati setasiun Kutoarjo. Diharapkan bisa
meningkatkan perekonomian di Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Magelang serta
bisa meningkatkan daya beli masyarakat,” katanya.
“Dengan BRT Trans Jateng ini dari
pihak manajemen menampung sekitar 130 tenaga kerja, baik itu untuk manajemen
Trans Jateng, pengemudi, pramujasa serta koordinator lapangan atau korlap yang
ada di koridor serta halte Trans Jateng yang telah ada. Semoga dengan adanya
BRT Trans Jateng Koridor Kutoarjo- Borobudur ini akan benar-benar meningkatkan
perekonomian khususnya dalam hal transportasi,” harapnya.
Selaku Ketua DPC Kabupaten
Purworejo Wahyu juga mengajak kepada semua masyarakat Purworejo dan Magelang
untuk selalu merawat, menjaga semua fasilitas angkutan Trans Jateng ini serta
untuk saling mendukung satu sama lain karena semua ini adalah subsidi dari
pemerintah untuk masyarakat yang bertujuan memberikan pelayanan angkutan yang
nyaman, aman dan murah. (c/evie)

Social Header