Breaking News

Ada Apa dengan Wasim Shehadeh?

Jumat, 2 Oktober 2020 | 05:05




Perantara-Nasional.Com, Doha    Media kudeta militer di Mesir, dan para pendukungnya dari negara-negara Teluk, terutama Negara Emirat, telah mengumumkan di setiap kurun waktu desas-desus tentang kematian ulama besar Syekh Al-Imam Al-Qaradawi.

 

Hal ini lantaran posisi Syekh yang berseberangan dengan Emirat dalam kudeta militer.

 

Selain itu, posisi Syeikh soal revolusi Arab Spring, yang mana Syeikh Al-Qaradawi nyatakan dukungannya sejak hari pertama, sebelum 25 Januari 2011. Dalam wawancara dengan Al-Masry Al-Youm dan Al-Shorouk Al-Masrya, ia mendukung hak rakyat Mesir untuk mengutarakan pendapatnya.

 

Posisi kaum revolusioner dalam kenyataannya setelah pengumuman pengunduran diri Presiden Mubarak, Syekh Al-Qaradawi mendapat penghormatan untuk menyampaikan khotbah Jumat Kemenangan di Tahrir Square. Hal inilah yang membuat marah Muhammad Hassanein Heikal, dan berkomentar saat itu serta mengibaratkan khotbah Al-Qaradawi seperti kembalinya Khomeini ke Iran. Sejak hari itu, situs media Emirat dan kontra-revolusi tidak meninggalkan kesempatan untuk memfitnah Al-Qaradawi.

 

Diantara kebohongan tersebut ialah rumor berita tentang kematian Syeikh Al-Qaradawi, hampir setiap waktu itu dihembuskan. Al-Qaradawi mengomentari hal itu dengan mengatakan bahwa kematian itu di tangan Allah.

 

"Saya akan mati pada waktu yang ditentukan oleh Allah, Swt., Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya tidak menggenggam nyawa saya demikian juga tidak satu pun orang menggenggamnya, tidak ada satu pun yang dapat menambah atau mengurangi usia saya," terang teolog Islam asal Mesir yang tinggal di Doha, Qatar, sekaligus Mantan Ketua Persatuan Internasional Ulama Muslim itu.

 

Kematian adalah sebuah kepastian bagi setiap manusia dan tidak ada yang kekal kecuali Allah, Swt.

 

Semoga Allah, Swt., melindungi Al-Qaradawi, dan setiap ulama yang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran, menyampaikan pesan-pesan Tuhan dan hanya takut padaNya, dan tidak takut pada siapa pun kecuali kepadaNya.

 

Diketahui, Wasim Shehadeh adalah seorang pengkhotbah Islam Yordania-Emirat, kelahiran Irbid, Yordania. Dia menjadi sasaran gelombang kritik setelah dia memberi selamat kepada UEA dan Israel atas kesepakatan di antara mereka, ia juga menyerang orang-orang Palestina dengan mengatakan bahwa orang-orang Yahudi lebih terhormat daripada mereka (bangsa Palestina, red). Ia pun jufa meminta maaf kepada orang Israel atas setiap pelanggaran yang pernah ia tujukan terhadap mereka.

 

Ia disinyalir sebagai syekh normalisasi yurisprudensial dengan entitas Zionis, Pengkhotbah putra Zayed itu melakukan semua trik dan kemampuannya untuk melayani penguasa kontra-revolusi. (*)

 

Displayed anew and taked from Syeikh Issam Helmy Muhammad Telimah's papers


© Copyright 2022 - Berinteraksi dalam Keberagaman