Oleh Muh. Thoriq Aziz Kusuma [Praktisi Studi Islam dan Arab]
Jumat, 9 Oktober 2020 | 06:23
Perantara-Nasional.Com, Kabupaten Boyolali
– Akhlak adalah dasar yang mendasari kelangsungan hidup sebuah bangsa, karena
kelangsungan hidup sebuah bangsa tersebut terkait erat dengan kelangsungan
hidup akhlak mereka, dan runtuhnya akhlak atau moral pada sebuah bangsa
menyebabkan keruntuhan dan kehancurannya.
وَإِذَا
أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا
فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا
"Dan jika Kami
hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang
hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan
kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya
perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu
sehancur-hancurnya." [QS. Al-Isra' Ayat 16]
Seperti yang
dikatakan oleh Amīr Al-Syu'arā atau Pemimpin Para Penyair, Ahmad Sauqī dalam
bait syairnya:
إِنَّمَا الأُمَمُ الأَخْلاقُ مَا
بَقِيَتْ # فَإِنْ هُمُ ذَهَبَتْ
أَخْلاقُهُمْ ذَهَبُوا
واذا اصيب القوم في اخلاقهم #
فاقم عليهم مآتما وعويلا
صَلَاحُ أَمْرِكَ لِلأَخْلاَقِ
مَرْجِعُهُ فَقَوِّمِ النَّفْسَ بِالأَخْلَاقِ تَسْتَقِم
“Sesungguhnya
kejayaan suatu umat (bangsa) terletak pada akhlaknya selagi mereka masih
berakhlak dan berbudi perangai utama, jika pada mereka telah hilang akhlaknya,
maka jatuhlah umat (bangsa) itu. Jika suatu bangsa terserang moralitasnya
(tidak berakhlak), maka bisa dihukumi kondisi mereka susah dan penuh ratapan.
Perbaikan pada perkara akhlak menjadi acuan dasar, oleh sebab itu peliharalah
dirimu dengan akhlak maka jalanmu akan mulus.”
Akhlak yang mulia
adalah salah satu sebab penyebaran cinta, kasih sayang di antara orang-orang,
serta memupus permusuhan dan perselisihan diantara mereka.
Akhlak adalah tujuan
diutusnya Nabi Muhammad, Saw., akhlak menjadi esensi dari risalah kenabian Nabi
Muhammad, Saw.
Inilah, begitu
pentingnya akhlak hingga Rasul diutus untuk hal ini. Akhlak yang baik itu
penting, karena nampak di hadapan manusia, sementara iman tak tampak karena
tempatnya dalam hati, sama halnya tidak semua ibadah terlihat jelas, tetapi
akhlak menjadi jelas melalui interaksi seseorang dengan orang lain, dan dengan
demikian untuk menilai agama seseorang dapat didasarkan pada penilaian akhlaknya.
Mari perbaiki akhlak
kita dalam ketaatan kepadaNya.

Social Header