Breaking News

Gelar Webinar, Ulama Asia Pasifik Usung Tema Alquds is Our Mandate

Minggu, 18 Oktober 2020 | 16:05


Syaikh Dr. Ikrimah Shabri selaku Keynote Speaker dalam acara Muktamar Ulama Asia Pasific Community, Minggu siang (18/10/2020) pukul 13:30 singga 15:00 WIB.

Perantara-Nasional.Com, – Melalui webinar yang digelar Minggu siang (18/10/2020) pukul 13:30 singga 15:00 WIB, Ulama Asia Pasific Community menggelar webinar via aplikasi Zoom dengan tema "Alquds is Our Mandate."

 

Webinar ini diikuti oleh ratusan orang. Tercatat lebih dari 298 peserta dari berbagai kalangan dan negara mengikuti kegiatan muktamar ini.

 

Syaikh Dr. Ikrimah Shabri selaku Keynote Speaker dalam pembukaan pidatonya menyampaikan salam perdamaian dan salam keberkahan kepada umat Islam dimanapun berada, khususnya kepada penduduk Indonesia dan negera-negara di Asia Tenggara seperti penduduk Malaysia, Filipina, Kamboja, Burma, Srilangka, dan lain sebagainya. Ia kemudian menyebutkan sebuah hadis Nabi, Saw., yang menerangkan soal kekuasaan umat Islam yang membentang dari timur hingga barat, mengibaratkan negeri-negeri di Asia Tenggara yang berjuang dengan sepenuh tenaga membela Palestina yang hingga detik ini dalam kuasa Israel yang jahat.

 

"Sesungguhnya Allah menghimpun bumi untukku lalu aku melihat timur dan baratnya dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai yang dihimpunkan untukku." [HR. Muslim No. 5144]

 

Imam Besar Masjid Al-Aqsha itu menyebutkan meski jarak yang jauh antara Asia Tenggara dengan Palestina, namun bangsa Palestina merasakan kedekatan yang luar biasa, kedekatan dan perjuampaan hati karena kesamaan akidah dan kemanusiaan, kedekatan itu terikat oleh Baitul Maqdis dan permasalahan Palestina.

 

Syaikh Dr. Ikrimah Shabri juga menyebut para ulama dan aktivis dakwah di Asia Tenggara sebagai tentara moderen Islam yang akan memperjuangkan Palestina dan Alquds.

 

Adapun Mau'idloh Hasanah yang kedua disampaikan oleh Romo KH. Miftachul Akhyar, Rois Aam Nahdlatul Ulama.

 

KH. Miftachul Akhyar menyatakan bahwa setiap umat Islam memiliki tanggung jawab terhadap yang lain, khususnya masalah Palestina. Ia meyinggung berbagai cara musuh-musuh Islam lakukan untuk memperlemah kekuatan dan spirit perjuangan bangsa Muslim, diantaranya dengan jalan penjajahan ekonomi, sosial dan budaya.

 

Sementara itu Dr. TGB. KH. Muhammad Zainul Majdi, Ketua Dewan Tanfidz Nahdlatul Wathan, mengajak umat Islam untuk bersatu demi kebebasan Palestina, ia mengajak khususnya bangsa Palestina untuk bersatu padu dalam perjuangan membebaskan Alaqsha.

 

Ia mengatakan dalam persatuan ada keberkatan dan kekuatan, sementara di dalam perseteruan dan perpecahan terdapat siksa dan kehancuran.

 

Rekomendasi hasil muktamar ini menyebutkan bahwa apa yang terjadi di Palestina merupakan kejahatan paling berbahaya dalam sejarah peradaban, permusuhan yang jelas sekali yang dihadapkan kepada bangsa Muslim dan kemanusiaan, serta pelecehan terhadap Alaqsha sebagai tempat suci umat Islam, serta normalisasi merupakan pengkhianatan pada bangsa Palestina, maka ulama asia pasifik menyampaikan risalah ini sebagai bentuk pelaksanaan dari firman ALlah, Swt., yang berbunyi:

 

"(yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan." [QS Al-Ahzab Ayat 39]

 

Ulama Asia Pasific Community Conference menyatakan, bahwa Palestina adalah buminya umat Islam, dan pembebasannya wajib bagi setiap Muslim.

 

 

 

© Copyright 2022 - Berinteraksi dalam Keberagaman