Kamis, 29 Oktober 2020 | 23:26
Perantara-Nasional.Com, Jakarta –
Pimpinan Redaksi BidikFakta.Com, Yoyon Wardoyo, mendatangi Unit Propam Polda
Metro Jaya (PMJ), Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, pada Selasa, 27 Oktober
2020 lalu. Yoyon hadir bersama Dedy Rahman dari MediaMetroNews.Co ke Unit
Propam PMJ tersebut dalam rangka memenuhi undangan dari penyidik, Brigadir
Polisi Armanto. Dalam pertemuan tersebut, Yoyon dimintai keterangan terkait
laporan polisi yang dibuat oleh pimpinan redaksi BidikFakta.Com ini di Propam
Mabes Polri beberapa bulan lalu.
Berdasarkan informasi yang masuk
ke redaksi, Yoyon telah menjelaskan semua hal kepada penyidik terkait
laporannya atas pembohongan publik, fitnah, dan pelecehan yang dilakukan oleh
oknum Kapolsek Kalideres, Polres Jakarta Barat, Kompol Slamet Riadi.
Sebagaimana ramai diberitakan beberapa waktu lalu, oknum Kapolsek Kalidres itu
telah mengadakan konferensi pers, menggunakan biaya dari uang rakyat, yang
isinya menyampaikan kepada media yang hadir bahwa pihak Polsek Kalideres telah
menangkap wartawan gadungan dan polisi gadungan yang diduga memeras pedagang di
wilayah Kalideres (1).
Keterangan pers yang disampaikan
Slamet tersebut merupakan kebohongan besar karena faktanya empat orang yang
ditangkap dan dikriminalisasi oleh oknum kapolsek itu adalah benar-benar
wartawan dari media BidikFakta.Com. Demikian juga, seorang lainnya yang
ditangkap, yang kemudian dilepaskan lagi oleh oknum kapolsek itu, adalah
benar-benar seorang polisi berpangkat Briptu, bernama Bunbun, yang bertugas di
unit Propam Polda Metro Jaya.
Dari fakta-fakta tersebut, Slamet
dinilai telah melakukan pembohongan publik, sekaligus menyebarkan fitnah keji,
dan pelecehan terhadap profesi wartawan. Parahnya, semua informasi dusta oknum
kapolsek itu ditelan mentah-mentah oleh berbagai media, termasuk media nasional
seperti Kompas, Tribunnews, dan lain-lain, yang memuatnya di media-media mereka
(2). Ketua Umum PPWI sempat memberikan statemen keras soal keteledoran
media-media nasional melahap dan membantu menyebarkan berita hoax oknum
kapolsek itu (3).
Atas perilaku buruk oknum kapolsek
tersebut, Pimpinan Redaksi BidikFakta.Com Yoyon Wardoyo, didampingi Ketua Umum
PPWI, Wilson Lalengke, dan rekan pengacara dari Advokat Bangsa Indonesia (ABI),
melaporkan Kompol Slamet ke Propam Mabes Polri, pada Jumat, 17 Juli 2020 (4).
Selain itu, Wilson Lalengke yang selama ini sangat gigih membela wartawan,
mengeluarkan statemen keras dan meminta agar oknum Kapolsek Kalideres pembohong
itu segera dicopot dari jabatannya (5).
Kesimpulan terakhir dari pertemuan
Yoyon Wardoyo dengan pihak penyidik Propam PMJ, Brigadir Armanto, oknum
Kapolsek Kalideres, Kompol Slamet, segera akan dipanggil untuk diperiksa.
“Oknum Kapolsek Kalideres yang kita laporkan tempohari akan segera dipanggil
dan diporses, demikian kata penyidik Propam Polda,” jelas Yoyon kepada redaksi
media ini saat ditanya tentang perkembangan kasus pelaporan oknum kapolsek itu.
Menanggapi perkembangan ini, Ketua
Umum PPWI Wilson Lalengke mengaku sedikit gembira walau ia sangat menyayangkan
karena proses yang sangat lambat di unit Propam Mabes Polri. “Yaa, perlu kita
syukuri jika informasi soal perkembangan itu benar-benar dilakukan pihak
polisi. Laporan dari bulan Juli, 4 bulan kemudian baru ada perkembangan
sedikit. Itu bukan sesuatu yang dapat dikategorikan baik. Sudah habis berapa
rupiah uang kita dimakan kapolsek pembohong itu dalam empat bulan menjabat
sebagai kapolsek, dan akan berapa banyak lagi kerugian rakyat menggaji oknum
polisi model mereka itu?” ujar alumni PPRA-48 Lemhannas RI Tahun 2012 itu
menyesalkan.
Oleh karena itu, Wilson berpesan
kepada para pemangku kepentingan di Kepolisian Republik Indonesia, jika negara
ini benar-benar ingin kita bangun menjadi sebuah bangsa yang maju dan
berperadaban yang tinggi, maka semua personil polisi harus benar-benar
berperilaku sebagai sosok yang bersih, bermoral, jujur, memegang teguh sumpah
jabatannya, dan pikirannya harus steril dari mental korupsi. “Bukan rahasia
lagi, dari tingkat tertinggi hingga ke level terendah di institusi Polri,
bertebaran massif oknum-oknum bermental korup. Isi pikiran oknum-oknum itu hanya
soal uang, uang, dan uang. Bagaimana caranya agar setiap pergerakan, penugasan,
penyelesaian masalah, penanganan kasus, dan semua aktivitas yang dilakukan,
harus menghasilkan uang. Kalau mentalitas seperti itu masih ada di institusi
ini, maka tidak mungkin kita bisa membangun bangsa yang mempunyai peradaban dan
moralitas yang baik,” tegas lulusan pasca sarjana bidang Applied Ethics dari
Universitas Utrecht Belanda dan Universitas Linkoping Swedia itu. (APL/Red)
Referensi:
(1) Kapolsek Sebar Kebohongan
melalui Konferensi Pers, PPWI: Memalukan! Pakai Uang Negara untuk Produksi
Hoax,
https://pewarta-indonesia.com/2020/07/kapolsek-sebar-kebohongan-melalui-konferensi-pers-ppwi-memalukan-pakai-uang-negara-untuk-produksi-hoax/
(2) Tersangka Pemeras Bermodus
Penyelewengan KJP Mengaku Polisi dan Wartawan,
https://megapolitan.kompas.com/read/2020/07/14/15310671/tersangka-pemeras-bermodus-penyelewengan-kjp-mengaku-polisi-dan-wartawan.
(3) Beritakan Hoax, Kompas dan
Tribunnews Jangan Jadi Penjilat Pantat Kapolsek,
https://pewarta-indonesia.com/2020/07/beritakan-hoax-kompas-dan-tribunnews-jangan-jadi-penjilat-pantat-kapolsek/
(4) Diduga Sebarkan Berita Bohong,
Kapolsek Kalideres Dilaporkan ke Propam, https://pewarta-indonesia.com/2020/07/diduga-sebarkan-berita-bohong-kapolsek-kalideres-dilaporkan-ke-propam/
(5) Diduga Membela Penadah KJP,
Wilson Lalengke Minta Kapolri Copot Kapolsek Kalideres,
https://pewarta-indonesia.com/2020/07/diduga-membela-penadah-kjp-wilson-lalengke-minta-kapolri-copot-kapolsek-kalideres/

Social Header