Breaking News

Apa Hukum bagi Siapa yang Beribadah kepada Allah Hanya untuk Mencapai Surga dan Diselamatkan dari Neraka?

Oleh Al Faqīr ilā Allāh Ta'ālā, Muh. Thoriq Aziz Kusuma

 

Sabtu, 28 November 2020 | 20:00



Perantara-Nasional.Com, Kabupaten Boyolali – Barang siapa beribadah (menyembah) kepada Allah hanya untuk mendapatkan surga dan terbebas dari neraka maka tidak dapat dikatakan amal ibadahnya batil, namun ia telah salah dalam maksud atau niatnya. Hal ini bisa jadi karena kurangnya ilmu seorang hamba itu. Karena sejatinya Allah sangat berhak untuk disembah meskipun tidak ada surga dan negara.

 

Amal hamba tidak dapat meloloskannya dari neraka, namun yang meloloskannya dari neraka dan memasukkannya ke dalam surga adalah karena belas kasihan yang murni (rahmat) Allah, Swt., Sang Pencipta dan dengan segala kemuliaanNya.

 

 لَنْ يُنْجِيَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ. قَالَ رَجُلٌ: وَلاَ إِيَّاكَ؟ يَا رَسُوْلَ اللهِ! قَالَ: وَلاَ إِيَّايَ. إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللهُ مِنْهُ بِرَحْمَةٍ. وَلَكِنْ سَدِّدُوْا

 

"Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya. Seorang lelaki bertanya: Engkau pun tidak, wahai Rasulullah? Rasulullah, Saw., menjawab: Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar." [HR. Muslim]

 

Seorang Muslim harus menggabungkan tiga hal dalam ibadahnya kepada Allah, Swt., Tuhan Yang Maha Esa, yaitu rasa cinta, takut, dan harapan. Maka sudah semestinya bagi hamba untuk beribadah kepada Allah dengan setulus-tulusnya karenaNya, sebab Dia adalah Zat yang sepatutnya disembah, dan bukan yang lain. Wa Allāhu a'lam wa a'lā.


© Copyright 2022 - Berinteraksi dalam Keberagaman