Jumat, 27 November 2020 | 20:26
Perantara-Nasional.Com, Jakarta – Dewan Perwakilan
Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) mengusulkan Letjen TNI Mar (Purn) Nono
Sampono untuk menjabat sebagai salah satu menteri di Kabinet Indonesia Kerja
Jilid II kepada Presiden Joko Widodo. Usulan tersebut sudah diajukan oleh
lembaga para Senator Indonesia itu sejak beberapa waktu lalu. Hal ini
diungkapkan Ketua DPD-RI, La Nyala Mataliti, melalui Ketua Komite I, Fachrul
Razi, MIP, kepada media ini, Jumat (28/11/2020).
“Berkas usulan pengajuan Bapak
Nono Sampono untuk menjabat sebagai salah satu menteri di Kabinet Indonesia
Kerja Jilid II sudah kami kirimkan sejak beberapa bulan lalu,” ungkap Fachrul
Razi yang merupakan Senator dari Aceh itu.
Fachrul juga menjelaskan bahwa
Nono Sampono diharapkan untuk bisa mengisi kursi menteri sebagai Menteri
Kelautan dan Perikanan (KKP). “DPD-RI menilai bahwa Pak Nono Sampono cocok
untuk menjabat sebagai Menteri KKP,” imbuh Fachrul singkat.
Merespon kondisi kekosongan
jabatan Menteri KKP saat ini pasca mundurnya Edy Prabowo, sebagai dampak
penetapan yang bersangkutan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK, DPD-RI
kembali menggaungkan usulannya agar Nono Sampono dapat dipertimbangkan Presiden
untuk mengisi kursi menteri yang lowong tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa
usai ditinggalkan Edy Prabowo, untuk sementara Menteri KKP dijabat secara
ad-interim oleh Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.
Nono Sampono yang kini menjabat
sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) dinilai
sangat pantas untuk menjadi Menteri KKP. Setidaknya, lembaga tempat pria
kelahiran Bangkalan itu berkiprah saat ini, DPD-RI, mendukung penuh untuk
mengusung Nono Sampono menjadi Menteri KKP. “Kita, para anggota DPD-RI secara
bulat mendukung Pak Nono Sampono untuk mengisi jabatan sebagai Menteri KKP,”
kata Fachrul Razi.
DPD-RI menilai bahwa Nono Sampono
merupakan figur yang tepat untuk jabatan Menteri KKP. Beberapa pertimbangan
yang disampaikan antara lain bahwa putra blasteran Madura-Maluku itu berlatar
belakang militer yang terkait dengan laut. “Sebagaimana diketahui, beliau
adalah purnawirawan TNI Angkatan Laut. Nama lengkapnya Letnan Jenderal TNI Mar
(Purn.) Dr. Nono Sampono, S.Pi., M.Si. Selain di kemiliteran, Pak Nono Sampono
juga pernah menjabat sebagai Kepala Basarnas Indonesia,” sambung Fachrul Razi.
Dari sisi keilmuan dan pengalaman
terkait kelautan dan perikanan, Nono Sampono tidak perlu diragukan lagi. Pria
yang sudah malang-melintang di pentas kepemimpinan nasional itu merupakan salah
satu anggota DPD-RI dari Dapil Maluku yang produktif. Nono Sampono yang menjabat
Komandan Paspampres (2001–2003) dan Gubernur Akademi Angkatan Laut (2003–2006)
adalah salah satu pengusung ide pentingnya UU Khusus Daerah Kepulauan.
Pengalaman pribadi sejak kecil
yang akrab dengan laut di wilayah Maluku, membuat Nono Sampono sangat familiar
dengan persoalan kelautan. Ia yang pernah menjabat sebagai Komandan Korps
Marinir (2006–2007) dapat dipastikan mampu membangun sinergi yang baik dan kuat
antara KKP dengan TNI Angkatan Laut dan institusi serta lembaga terkait
lainnya. “Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah suatu lembaga yang sangat
penting, tidak hanya untuk menangani masalah sumber daya kelautannya, tetapi
juga terkait keamanan dan kedaulatan negara kita atas wilayah perairan laut
kita. Jadi sinergi dan koordinasi dengan berbagai lembaga yang terkait
pengamanan laut, seperti TNI Angkatan Laut dan Bakamla, menjadi factor yang
sangat penting dalam memilih pejabat Menteri KKP,” urai Fachrul Razi yang
dikenal sebagai senator yang vokal ini.
Latar belakang kehidupan masa
kecil dari keluarga ekonomi sulit memberikan suatu harapan bahwa Nono Sampono
sangat paham tentang kesulitan yang dihadapi masyarakat nelayan, dan dipastikan
akan mampu menciptakan berbagai sistem dan program yang effektif dan efisien
dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia yang kehidupannya
bergantung dari perikanan dan kelautan. “Penciptaan program-program produktif
bagi masyarakat nelayan dan rakyat kita yang hidupnya bergantung dari laut
merupakan suatu tantangan yang sangat penting dan mendesak untuk dilakukan,
terutama di masa pandemi Covid-19 dan ke depannya. Sosok Nono Sampono yang
berlatar belakang dari keluarga kurang mampu di masa kecilnya dipandang akan
mampu menangani semua ini,” tutup Fachrul Razi. (APL/Red)

Social Header