Oleh: Muh. Thoriq Aziz Kusuma [Praktisi Studi Islam dan Arab]
"Masjid sejak berdiri hingga saat ini telah menjadi landasan moral sosial dan menjalankan banyak fungsi yang tidak dapat dibandingkan dengan institusi sosial manapun. Masjid adalah universitas ilmiah, tempat pengajaran, pembinaan dan pendidikan serta pusat pemersatu barisan umat dan menjadikan umat yang harmonis dalam urusan sosial dan kerjasama."
Perantara-Nasional.Com, Kota Surakarta –Masjid, sejak berdirinya hingga saat ini, telah
menjadi basis moral sosial dan menjalankan banyak fungsi yang tidak dapat
dibandingkan dengan institusi populer mana pun sepanjang sejarah. Pada tulisan
ini, pertama-tama kami ingin menunjukkan secara singkat tentang berbagai fungsi
dan prestasi masjid demi kemajuan individu dan masyarakat dalam aspek moral.
Kami percaya bahwa Masjid, selain fungsinya yang jamak, dapat berfungsi sebagai
pijakan dasar untuk pembentukan sebuah negara yang terhormat secara global dan
memiliki peran penting dan signifikan. Masjid diperhitungkan sebagai warisan
abadi dan vital Nabi Muhammad, Saw., setelah Alquran, dan tentang hal ini kami
ingin menyajikan teori Masjid sebagai keajaiban kedua Nabi, Saw.
Mukadimah
Masjid sejak berdiri hingga saat ini telah menjadi landasan moral
sosial dan menjalankan banyak fungsi yang tidak dapat dibandingkan dengan
institusi sosial manapun. Masjid merupakan lembaga agama, budaya, sosial, dan
politik yang mencakup perilaku dan karakter yang saling mengenal yang otentik
serta keputusan yang paling revolusioner dan politik. Masjid ini juga
memberikan nasihat militer yang besar dan kecil kepada pemerintahan Nabi dan
membawa warisan budaya, seni, dan peradaban Islam.
Masjid adalah universitas ilmiah, tempat pengajaran, pembinaan dan
pendidikan serta pusat pemersatu barisan umat dan menjadikan umat yang harmonis
dalam urusan sosial dan kerjasama. Oleh karena itu, membaca kembali berbagai
macam fungsi Masjid menurut ayat-ayat dan biografi Nabi, Saw., dan para
pemimpin-pemimpin Islam, memungkinkan kita mendapati keunikan Masjid dengan
berbagai jenisnya selama berabad-abad, khususnya di masa-masa awal Islam dan
revolusi Islam, tentu hal ini untuk membangun kembali dan menghidupkan kembali
peran Masjid di era sekarang, sehingga ini dianggap sebagai hal yang sangat
perlu.
Hadis-hadis dan biografi praktis Nabi, Saw., menunjukkan bahwa
masjid adalah blok bangunan pemerintahan Islam, dan bahwa pemerintahan Islam
inilah yang dianggap sebagai titik awal pembentukan negara terhormat secara
global. Berdasarkan hal tersebut, maka peran masjid tidak tersembunyi dari
siapapun dalam disiplin diri dan pendidikan orang yang saleh serta bertujuan
untuk mencapai keadilan dan memberikan landasan bagi tegaknya Islam yang rahmat
bagi sekalian alam.
Peran dan fungsi Masjid bervariasi sampai batas tertentu, yang
muncul di setiap periode dan era khusus, menurut pengurus, penguasa, politisi,
dan penanggung jawab masjid.
Mempelajari secara seksama fungsi Masjid membuktikan bahwa jika
kemampuan yang tampak dan tersembunyi dari Masjid terungkap secara akurat dan
cepat, maka akan banyak membawa hasil dan berkah bagi kemaslahatan umat
manusia.
Topik Pertama: Fungsi Masjid
1. Fungsi Transendensi Moral [Waẓīfah al Ta'ālī al Akhlāqī]
1-1 Pendisiplinan Diri dan Transendensi Moral
Kemajuan akhlak, tumbuhnya sifat-sifat keutamaan dan kebajikan,
serta menekan perilaku buruk dalam diri manusia adalah salah satu fungsi Masjid
yang tertinggi dan paling dipublikasikan.
Sejatinya Allah, Swt., menciptakan manusia untuk menyebarkan moral
ketaatan yang meninggalkan efek positif bagi kemajuan individu dan masyarakat.
Penyebaran moral dan pembangunan masyarakat madani ini berdasar pada asas
ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Ini semua adalah fokus dari orang-orang
berilmu dan beriman agar terciptanya kesucian spiritual Masjid, Masjid tidak
sebatas sebagai tempat peribadahan bagi jamaah, tetapi sebagai pusat
pengkajian, pembinaan dan pendidikan serta pendisiplinan jiwa orang-orang yang
saleh.
1-2 Memperkuat Kebajikan Moral Individu
Kemunculan dan penguatan akhlak individu untuk menumbuhkan jiwa
dan menanamkan karakter religius pada hubungan sosial adalah salah satu fungsi
Masjid yang paling komprehensif. Itu datang sebagai jawaban atas teori orang-orang
seperti John Locke yang mengatakan bahwa negara tidak bertanggung jawab atas
aspek politik dari etika individu warga negara.
Dalam fungsi ini, masjid, sebagai basis agama dan non-pemerintah,
memainkan peran penting dalam pendidikan kebajikan moral, dan bahwa
pemerintahan Islam dianggap sebagai tangan kanan negara dan memainkan peran
pendidikan moral bagi individu dan masyarakat.
Ketika menjelaskan peran Masjid dalam meningkatkan dan
mengembangkan keutamaan moral individu, cukup untuk mengingat topik ini bahwa
menurut wahyu dan teks naratif ketuhanan, membangun Masjid, serta
mengunjunginya membawa tradisi dan adat istiadat tertentu, yaitu kepercayaan
pada sebuah prinsip, pengembalian dan pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Prasangka, tradisi, dan keadaan ini adalah tahap pertama untuk menghilangkan
kejahatan moral dan dihiasi dengan kebajikan moral. Dasar-dasar, tradisi, dan keadaan
ini adalah tahap pertama untuk menghilangkan kejahatan moral dan dihiasi dengan
kebajikan moral.
حَدَّثَنَا
أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ
عَنْ دَرَّاجٍ عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتُمْ الرَّجُلَ يَعْتَادُ
الْمَسَاجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالْإِيمَانِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى { إِنَّمَا
يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ } الْآيَةَ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] berkata, telah
menceritakan kepada kami [Risydin bin Sa'd] dari ['Amru Ibnul Harits] dari
[Darraj] dari [Abu Al Haitsam] dari [Abu Sa'id] dari Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika engkau melihat seorang laki-laki
selalu mendatangi masjid, maka bersaksilah bahwa ia seorang yang beriman, Allah
Ta'ala berfirman; '(Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah
orang-orang yang beriman kepada Allah...)" [HR. Ibnu Majah]
2) Fungsi Pendidikan Masjid
Masjid yang sejak berdiri hingga saat ini dianggap sebagai pusat
kajian dan universitas keilmuan, khususnya dalam bidang pengajaran agama dan
ilmu Islam. Pengajaran ilmu-ilmu khusus di Masjid untuk menunjukkan kesucian
Masjid serta supremasi ruang moralitas dan ketenangannya. Hal ini untuk
mengembangkan semangat komitmen dalam diri individu dan membuat mereka tumbuh,
dan membawa pengaruh besar.
3) Fungsi Masjid dalam Peradaban dan Kebudayaan Islam
Bagi semua orang, Masjid adalah simbol nyata dari budaya dan seni
umat Islam. Kajian Masjid dari sudut ini secara jelas mengungkapkan kemauan dan
semangat para seniman Muslim yang luhur dalam menegakkan agama dalam aspek
psikologis, emosional, dan estetika. Karena alasan ini, turis, arkeolog, dan
peneliti tertarik ke Masjid. Masjid, selain memperkenalkannya pada gaya
arsitektur Islam dan peradaban religius, menawarkan kemandirian, kreativitas,
upaya, dan ketekunan di antara seniman Muslim.
Dengan mengadopsi arahan arsitektural seni Islam, Masjid mampu
membimbing banyak orang menuju keyakinan bawaan mereka dan menjaga rasa
religius dan sentralitas Tuhan Yang Maha Esa dalam jiwa manusia agar tetap
hidup.
4) Fungsi Politik dan Militer dari Masjid
Jika kita melihat sejarah politik dan perjuangan peradaban Islam,
maka kita tahu bahwa semua invasi Nabi dan perjuangan sosial para imam,
revolusi dan gerakan pembebasan Islam dimulai dari pangkalan Masjid.
Masjid Nabawi di Madinah bukan hanya pusat ibadah dan kegiatan
sosial dan politik bagi umat Islam, tetapi lebih merupakan sel ide dan pusat
penasehat militer bagi umat Islam.
Tanpa diragukan lagi, asal dan sumber posisi dunia Islam saat ini
dan keberhasilan yang dicapai, serta kebangkitan Islam, dan khususnya
kemenangan revolusi Islam yang besar, datang sebagai hasil dari fungsi Masjid.
Sosiolog dan ahli teori Perancis Marwin Zdets yang telah
mempelajari sebab-sebab dan jalannya revolusi di berbagai negara mengatakan,
dalam mempelajari revolusi, ada 4 bidang yang harus dipelajari, yaitu sebagai
berikut: Kepemimpinan, organisasi, massa rakyat, dan respon pemerintah.
Melihat teori di atas, terlihat jelas bahwaMasjid dapat mengelola
3 dari empat bidang di atas dengan cara dan bentuk yang terbaik.
5) Fungsi Masjid dalam Urusan Koperasi dan Sosial
Masjid Nabawi adalah salah satu basis terpenting dari urusan
sosial di Madinah. Dan peran ini berlanjut hingga hari ini di semua Masjid.
Kesucian Masjid dan kesalehan para aktivisnya, merupakan aspek terpenting yang
dapat memberikan bantuan untuk mengukuhkan isu-isu sosial dalam bentuk
kerjasama terbaik umat dalam urusan Masjid.
Masjid selalu menjadi tempat untuk menangani masalah dan memenuhi
kebutuhan esensial masyarakat. Masjid adalah basis informasi massa, pusat
pembinaan relasi, dan basis koordinasi dan pendampingan dalam acara-acara
normal.
Topik kedua: Masjid Sebagai Jawaban Terhadap Masalah Lapangan
Pekerjaan dalam Kerangka Jejaring Sosial
Mengingat perkembangan budaya, politik dan sosial di dunia di era
modern ini, maka Masjid melalui keharmonisan umat Islam dan semangat ketekunan
antar Masjid harus menyediakan lapangan pekerjaan dalam kerangka jejaring
sosial
Teori pembangunan dan globalisasi komprehensif meninggalkan
dampaknya pada semua masalah budaya, politik dan ekonomi di tingkat global,
karena dianggap sebagai perhatian terpenting para pemikir, liberal dan
intelektual.
Peran masjid di segala bidang, termasuk mempersatukan barisan umat
Islam di dunia dan membentuk jaringan relasi antar institusi sosial dalam
rangka mewujudkan negara global yang bermartabat, merupakan peran yang
berpengaruh.
Topik ketiga: Masjid adalah Keajaiban Kedua Nabi, Saw.
Masjid, sebagai institusi keagamaan dalam komunitas Muslim,
memiliki daya tarik yang besar karena berkembang secara kuantitatif dan
kualitatif setelah 14 abad kemunculan Islam.

Social Header