Oleh Thoriq Aziz, S. Pd., Lc.
3 tahun NPC mewarnai misi kemanusiaan di Palestina dan telah mengharumkan nama baik bangsa. Tak kurang, pada tanggal 27 Juli 2020 lalu, NPC mendapat surat apresiasi dari Perdana Menteri (PM) Yordania Omar Razzaz, atas prestasi yang telah diukir dalam mengadvokasi masalah-masalah kemanusiaan di Palestina dan negara sekitar. NPC terbukti telah mengafirmasi manifestasi perjuangan kemanusiaan di Palestina.
![]() |
| Muh. Thoriq Aziz Kusuma. |
Perantara-Nasional.Com, Kota Surakarta – Sejatinya kemanusiaan adalah sifat dan kualitas tertinggi yang dimiliki oleh seseorang. Sifat yang membawa manusia menuju derajat dan kedudukan yang mulia di tengah-tengah masyarakat. Manusia yang tidak memiliki sifat kemanusiaan, maka sesungguhnya ia telah jahil terhadap dirinya sendiri serta apatis terhadap moral dan hati nuraninya.
Permasalahan Palestina menjadi jatung masalah kemanusiaan dan perdamaian dunia. Banyak aktor-aktor internasional mensoroti masalah ini. Di mana hingga saat ini, entitas zionis Israel tetap memberlakukan blokade atas Palestina, sehingga krisis kesejahteraan dan keamanan melanda warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Selain mendapatkan penahanan paksa dan pengungsian, acap kali warga Palestina juga menhadapi kekerasan fisik dan seksual, bahkan pembunuhan oleh tentara Israel. Anak-anak Palestina juga mengalami trauma mental yang cukup berat akibat serangan dan kekerasan yang dilakukan oleh tentara Isarel.
Blokade Israel telah menghancurkan ekonomi di Gaza, dan ini berdampak besar pada keterbatasan kemampuan orang-orang Gaza untuk mencari lapangan pekerjaan, sehingga banyak dari mereka yang kehilangan sumber pendapatan. Kini masyarakat Palestina hidup dengan mengandalkan bantuan dari luar.
Saat ini, selain penjajahan Israel atas Palestina, wabah Corona juga menambah penderitaan masyarakat di sana. Pasalnya, kondisi minim obat-obatan, perbekalan dan alat kesehatan, akan membuat Gaza dan Tepi Barat menjadi wilayah tersulit di dunia dalam menyikapi pandemi Corona.
Pihak Israel dengan sengaja tidak memberikan kepada masyarakat Palestina kehidupan yang manusiawi. Israel telah mengisolasi mereka dari semua aspek kehidupan. Semua ini mengindikasikan bahwa Israel benar-benar teah melanggar hukum HAM dan humaniter Internasional atau hukum perang. Isu ini menjadi perhatian dan memunculkan aktivis internasional dan aktor non-negara lainnya untuk mengadvokasi isu ini guna mengurangi risiko krisis dan membantu rakyat Palestina.
Salah satu organisasi non pemerintah yang ikut serta dan aktif mengadvokasi masalah-masalah kemanusiaan untuk Palestina adalah Nusantara Palestina Center (NPC). NPC hadir untuk misi kemanusiaan, utamanya di Palestina dan negara-negara kawasan sekitar. Lembaga filantropi yang didirikan oleh Aktivis Senior untuk Kemanusiaan di Palestina, Abdillah Onim ini, telah membantu peran dan sumber daya pemerintah dan organisasi internasional untuk menanggani masalah-masalah kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. NPC terus memainkan peran pentingnya dalam menyediakan kapasitas tambahan bagi advokasi kemanusiaan untuk mempromosikan perlakuan yang manusiawi, adil dan bermartabat terhadap para pengungsi Palestina. Proyek-proyek kemanusiaan yang dilaksanakan NPC di Gaza selama ini secara tidak langsung telah mengetuk munculnya simpati publik bahwa antar sesama haruslah saling membantu.
Krisis kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Palestina meliputi semua aspek kehidupan, mulai dari masalah keamanan, pelanggaran, dan penganiayaan terhadap anak dan perempuan, pelayanan publik, pendidikan, kemiskinan, ekonomi, kesehatan, krisis pangan, sanitasi, krisis air bersih dan sumber daya alam.
NPC selaku organisasi independen dengan kemampuan manajerial dan koneksinya, berperan sebagai fasilitator dan mediator yang dapat memberikan advokasi kepada masyarakat Palestina dalam bentuk pemenuhan hak asasi manusia dan mendorong seluruh elemen masyarakat internasional untuk peduli terhadap masalah yang sangat mendesak ini. Hal tersebut, sesuai dengan visi NPC menjadi lembaga fasilitator bantuan kemanusiaan untuk Palestina yang amanah, profesional dan akuntable.
Dalam proses advokasi yang dilaksanakan, NPC membangun jaringan dengan banyak aktor. Prosesnya dimulai dari kelompok lokal Palestina, di mana mereka menyadari bahwa masalah yang terjadi di Palestina tidak dapat diselesaikan hanya dengan melibatkan pemerintahan mereka sendiri karena banyaknya faktor, salah satu penyebabnya adalah kondisi politik yang tidak stabil. Oleh sebab itu, masalah kemanusiaan di Palestina menjadi perhatian publik dunia. Hal ini yang mendorong para aktivis dan LSM untuk fokus mengadvokasi masalah ini, termasuk NPC.
Kemudian, LSM lokal Palestina membangun jaringan dan berbagi informasi dengan NPC untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan yang ada. Sementara itu, NPC juga membangun jaringan dengan LSM Indonesia lainnya dan secara tidak langsung membawa konsekuensi bagi pemerintah Indonesia untuk menetapkan masalah kemanusiaan di Palestina dan membawanya ke tingkat internasional, seperti UNSC, WHO dan IO, sehingga dapat mempengaruhi komunitas internasional untuk lebih fokus pada penyelesaian masalah ini baik secara politik, ekonomi maupun sosial.
3 tahun NPC mewarnai misi kemanusiaan di Palestina dan telah mengharumkan nama baik bangsa. Tak kurang, pada tanggal 27 Juli 2020 lalu, NPC mendapat surat apresiasi dari Perdana Menteri (PM) Yordania Omar Razzaz, atas prestasi yang telah diukir dalam mengadvokasi masalah-masalah kemanusiaan di Palestina dan negara sekitar.
Memasuki tahun ke-4, penulis berharap NPC tetap istikamah menjadi perantara dan rumah kebaikan bagi para donatur yang dermawan serta menjadi salah satu representasi sikap Indonesia terhadap masalah Palestina. Meski usianya yang masih terhitung sangat dini. Namun dalam kurun waktu yang terhitung dini itu, NPC telah mengadvokasi ratusan ribu masyarakat Palestina. NPC terbukti telah mengafirmasi manifestasi perjuangan kemanusiaan di Palestina.
Dalam kiprahnya selama 3 tahun ini, sejak berdirinya di bulan Maret 2018 silam, penulis menyaksikan kiprah NPC di Palestina, di negara sekitar seperti Yordania, bahkan belakangan di Nusantara. NPC terus berkomitmen memberikan kemanfaatan pada misi-misi kemanusiaan dan perdamaian dunia sebagai perwujudan dari amanat Pembukaan Undang-undang Dasar Negara RI Tahun 1945 alinea ke-4, yakni mewujudkan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Selamat berulang tahun NPC, semoga istikamah dan semakin bermanfaat.
Sumber: kompasiana.com

Social Header