Oleh Thoriq Aziz
![]() |
| Gambar Ilustrasi (Memberi Itu Indah). |
Perantara-Nasional.Com, Kota Surakarta – Memberi
merupakan tindakan yang mencakup kemurahan dan kemuliaan hati. Seseorang yang
gemar memberi sejatinya memiliki rasa solidaritas yang tinggi dan berpaham
altruisme. Islam menuntun umatnya agar gemar memberi dan menjauhi sikap boros
dan membuang-buang uang untuk sesuatu yang tak berfaedah dan mubazir, Islam
juga melarang umatnya bersikap sombong, pamer dan memperlihatkan kekayaanya di
depan orang lain.
Memberi adalah pendorong suasana hati dan membuat hati
sampai pada puncak kebahagiaan. Pemberian kita kepada orang lain yang
membutuhkan pada hakikatnya akan mengantarkan kita menjadi lebih bahagia dan
lebih puas. Penelitian telah mengidentifikasi adanya hubungan antara memberikan
donasi untuk amal saleh dengan peningkatan aktivitas di area otak yang lebih
menyenangkan. Hal ini senada dengan unen-unen pepatah lama, jauh lebih baik
memberi dari pada menerima.
Kita sebagai hamba-hamba Allah, Swt., yang beriman dituntut
untuk memberi, wa bil khusus di bulan suci Ramadan ini. Memberi atau bersedekah
tidak akan membuat orang menjadi miskin,
justru sebaliknya, Allah, Swt., akan membalas dengan pemberian yang berlebih.
Oleh sebab itu, berlakulah memberi di saat lapang atau pun sempit.
Memberi ialah sifat seorang Mukmin, sebaliknya pelit dan
bakhil bukanlah sifat seorang Mukmin. Dan Allah, Swt., mencintai hamba-hambaNya
yang gemar memberi dan bersedekah. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Nabi
Muhammad, Saw., dalam sabdanya: "Sesungguhnya
Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang
mulia, Ia membenci akhlak yang buruk." (HR. Al Baihaqi).
Sekali lagi, tindakan memberi menunjukkan keindahan jiwa
yang bermartabat dalam mengulurkan tangan membantu dan memberi rasa aman kepada
setiap orang yang membutuhkan. Menjadi kewajiban dan tanggung jawab moral kita
sebagai hamba Allah untuk menggunakan apa yang kita miliki untuk membantu orang
lain. Agama Islam sangat menekankan pada kemurahan hati, tindakan memberi ini
berkontribusi untuk membangun masyarakat yang kohesif dan kooperatif, dan dalam
ketiadaannya dari masyarakat menjadi gambaran yang pasti tentang
ketidakseimbangan dan munculnya kemiskinan yang merusak moral bahkan iman. Oleh
karena itu, Islam fokus dan menuntut umatnya agar memberi dan berbagi sedekah.
Secara alami, tindakan memberi dapat membersihkan jiwa dari
ancaman cinta uang dan dunia, sehingga orang yang terbiasa memberi dan bermurah
hati telah menyampakkan dominasi pengaruh uang pada jiwa. Memberi adalah
penegasan cinta dan belas kasih kita kepada orang lain, tindakan memberi adalah
tindakan komunikasi dengan anggota masyarakat dengan jalan membangun cinta
dan kerja sama.
Dalam tindakan memberi terdapat dukungan yang besar dan
mendalam untuk sebuah perdamaian, kerukunan dan kasih sayang di antara umat
manusia.
Sumber: Kumparan.Com

Social Header