Kamis, 8 April 2021 | 06:35
Perantara-Nasional.Com, Kabupaten Boyolali – Menjadi bagian dari tugas dan pekerjaan rumah pemerintah untuk memperbaiki jalan rusak di saat musim penghujan. Pasalnya, jalan rusak acap kali menimbulkan kecelakaan, bahkan menyebabkan kerugian harta benda lantaran terserempet atau tertabrak kendaraan lain karena menghindari lombang-lobang yang terdapat pada jalan yang rusak.
Masyarakat dan pengguna jalan di Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak di jalan raya utama Desa Pandeyan. Jalan rusak telah mengusik rasa aman warga dan pengendara.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Ustaz Nuruddin El Batanji, menyatakan bahwa pihak terkait berwenang sudah memasang rambu-rambu jalan rusak di bulan lalu. Namun katanya, kapan mau diperbaiki?
"Kapan mau diperbaiki, apa belum menjadi prioritas atau bagaimana?" tanya Ustaz yang menjadi anggota seksi dakwah dan intelektual Takmir Masjid Al Huda Pandeyan itu.
Sungguh warga sangat menyambut baik perbaikan jalan yang rusak itu. Sebab selama ini, kerusakan jalan telah meresahkan dan mengusik rasa aman warga.
Kekesalan juga diluapkan oleh para pengguna jalan. Hal ini lantaran di kala musim penghujan, jalan menjadi becek bagaikan kubangan kerbau sementara di saat panas jalan penuh dengan debu yang berterbangan dan polusi.
Arus lalu lintas di jalan tersebut cukup ramai. Mengingat jalan itu merupakan jalan penghubung antar desa, bahkan menjadi anternatif lalu lintas dari Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar menuju Kota Surakarta.
Truk bermuatan juga terlihat sering melintasi jalan di jatung desa Pandeyan itu.
Sesuai pantauan media Online ini, Kamis (8/4/2021) tatkala selepas hujan jalan rusak menyerupai kubangan kerbau atau kubangan lumpur sawah yang tak mudah dilalui kenderaan bermotor.
Harapan semua warga agar jalan yang rusak segera diperbaiki. Mengingat jalan raya adalah urat nadi kehidupan bangsa. Jika jalan rusak, keamanan warga dapat terusik.

Social Header