Breaking News

Investasi Manusia: Proyek Pendidikan yang Tak Rugi

Oleh Thoriq Aziz


Investasi Manusia: Proyek Pendidikan yang Tak Rugi

Perantara-Nasional.Com, Kota Surakarta – Komplementaritas dalam perspektif ajaran Islam ialah sebuah sistem kehidupan yang mencakup berbagai aspek ekonomi, sosial, politik dan lainnya. Tidak diragukan lagi, bahwa Al Quran dan Sunnah adalah sumber utama ajaran Islam, ada banyak kebaikan yang tak terhitung di dalamnya, dan terdapat pula rahasia-rahasia yang belum terungkap. Oleh karena itu, masalah investasi manusia atau sumber daya manusia dapat didekati dari perspektif Islam untuk mencapai hasil yang bermanfaat dan dapat memberikan banyak pemikiran secara mendalam bagi setiap orang yang ingin memperkuat pemikiran manajerialnya, terutama dalam cara dia berurusan dengan masalah pendidikan.


Kita tahu negera Singapura di tahun-tahun enam puluhan, ialah negara yang tidak memiliki apa-apa, tidak memiliki sumber daya apapun, dan sebagian besar penduduknya berada di bawah garis kemiskinan. Negara Asia yang luasnya tidak melebihi 710 km itu yang sangat cocok untuk disebut negara-kota, karena merupakan kota kecil tanpa sumber daya alam apapun. Namun dengan ikhwal seperti itu, dalam sistem pemerintahannya memperhatikan bahwa ada kekayaan lain, yakni kekayaan berupa manusia.


Dengan agenda perencanaan yang tepat dan pekerjaan yang berjenjang, negara ini membangun warganya di berbagai bidang, hingga negara-kota ini menjadi negara pelopor di beberapa bidang terutama bidang bioteknologi, pariwisata dan transportasi. Negara ini naik menjadi salah satu negara tertinggi di dunia dalam hal pendapatan per kapita dan negara paling tidak korup di dunia. Lalu apa yang membedakan kita dengan mereka?


Sejatinya aset yang paling berharga yang dimiliki oleh sebuah perusahaan bukanlah gedung atau pabriknya, melainkan karyawannya. Sehingga setiap perusahaan besar berupaya untuk melestarikan karyawan agar selalu kreatif, karyawan menjadi bagian dari modal perusahaan, bahkan ketika perusahaan dijual, sebagian nilainya dihitung dengan kepemilikan para pekerja dan karyawan yang terampil. Ini adalah nilai yang jarang dipertimbangkan di tempat atau negari atau daerah kita. Setiap perusahaan seyogyanya berusaha mengembangkan pekerjanya dengan segala cara dan metode, melalui praktik, pengembangan ilmiah, teknis dan kepribadian untuk meningkatkan efisiensi pekerja dan memastikan kualitas produksi.


Untuk mempertahankan pangsa pasar dan meningkatkan penjualan dan keuntungannya, setiap perusahaan harus berusaha keras untuk menyediakan produk baru dan mutakhir setiap tahunnya. Semua ini tidak dapat dilakukan kecuali adanya karyawan yang mampu berproduksi dan kreatif. Inilah kenapa perusahaan-perusahaan harus berinvestasi pada karyawan mereka dengan menghabiskan perkiraan anggaran untuk pelatihan dan rekreasi mereka.


Demikian juga di dunia pendidikan. Sama halnya dengan di dunia perusahaan. Di mana para guru dan tenaga pendidik haruslah didorong dan mendapatkan akses untuk melakukan pengembangan ke arah kreatititas, berdaya guna yang tinggi dan berkemajuan. 



Pentingnya pembangunan manusia tidak hanya terbatas pada perusahaan saja, pemerintah memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mengembangkan anggota masyarakat, dan harus disusun rencana besar untuk menerapkan strategi pengembangan individu dan masyarakat untuk mencapai individu yang produktif di segala bidang, sehingga setiap warga negara nantinya dapat memberikan ide-ide kreatif yang mampu memenuhi kebutuhan negara yang membatasi impor dari luar negeri, serta ide agar bisa ekspor dan dengan demikian dapat menaikkan nilai negara, dan mengarah pada peningkatan pendapatan yang akan tercermin dalam kemakmuran seluruh negari.


Berinvestasi dalam sumber daya manusia akan mengarah pada pencapaian manfaat jangka panjang, yang ditunjukkan dalam mengubah citra mental manusia yang mengarah pada peningkatan kemampuan kreatif, peningkatan produktivitas, dan peningkatan pendapatan.


Demikian halnya di dunia pendidikan. Sama persis seperti di dunia perusahaan. Di mana para guru dan tenaga pendidik haruslah didorong dan mendapatkan akses untuk melakukan pengembangan ke arah kreatititas, berdaya guna yang tinggi dan berkemajuan.


Soal pendidikan ini adalah pekerjaan rumah besar, tidak hanya tugas pemerintah namun juga tugas setiap anggota masyarakat. Masalah investasi manusia menjadi sangat penting dalam bidang investasi secara umum karena karakteristiknya yang membedakannya dari jenis investasi lainnya, terutama yang berkaitan dengan kualitas output dari proses investasi ini.  


Proses investasi pendidikan dalam modal manusia dievaluasi melalui tingkat efisiensi yang diharapkan dari proses pendidikan, melalui aktivasi input kualitatif yang membantu mencapai output kualitatif dalam proses pendidikan. Dan untuk mengaktifkan peran praktik pendidikan dalam menciptakan investasi pendidikan yang berhasil dan efektif, berikut rekomendasi yang dapat diusulkan: Pertama, perlunya integrasi guru dan pelajar dalam mengembangkan program pendidikan. Kedua, perlunya melatih pelajar dalam seni komunikasi dan berurusan dengan siswa lain. Ketiga, membentuk konselor psikologis dan ahli sosiologi untuk kerjasama dengan tenaga kependidikan di lembaga pendidikan. Dan yang keempat, ialah adanya integrasi guru ke dalam kursus pengembangan diri.


Penulis juga ingin menyoroti pentingnya penggunaan kurikulum dan metode pendidikan untuk membentuk sumber daya manusia dalam konsep investasi pendidikan agar tak merugi. Dengan memantau metode dan praktik pendidikan yang paling penting yang digunakan dalam sistem pendidikan, dan mencoba untuk mengembangkan metode dan cara pendidikan yang paling efektif serta memilih kurikulum pengajaran yang sesuai untuk membentuk manusia yang berkemajuan.

© Copyright 2022 - Berinteraksi dalam Keberagaman