Breaking News

Mahasiswa S2 MPI UIN Raden Mas Said Surakarta Lakukan Studi Lapangan di YPI Pondok Pesantren Sabilul Khoirot Tengaran

 


Perantara-Nasional.Com, Semarang — Sejumlah mahasiswa pascasarjana jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta melakukan studi lapangan di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Pondok Pesantren Sabilul Khoirot Tengaran, Kabupaten Semarang.


Bagi mahasiswa S2 binaan Dr. H. Supriyanto, M.Pd. itu, studi lapangan dapat menciptakan peluang bagi mereka memperoleh pengalaman langsung yang mendorong pemikiran kritis, sikap positif terhadap ilmu pengetahuan, dan peningkatan rasa ingin tahu secara ilmiah.


Pada studi lapangan atau field studies di YPI Pondok Pesantren Sabilul Khoirot Tengaran tersebut, para mahasiswa MPI mempelajari sejarah dan pengelolaan lembaga pendidikan pesantren dengan berbagai unit yang dimiliki, seperti sekolah, klinik, bahkan bidang usaha.


Seperti yang telah diketahui, salah satu unit yang ada di YPI Pondok Pesantren Sabilul Khoirot Tengaran adalah Direktorat Usaha yang mengembangkan minimarket Nurismart, kantin sekolah, jasa konstruksi dan pengadaan barang serta seragam. Hal itu disampaikan oleh Direktur Usaha YPI Ponpes Sabilul Khoirot Tengaran, Sri Suwarsi, A.Md.


Ketertarikan akademik para mahasiswa S2 MPI UIN Raden Mas Said Surakarta itu berfokus pada progress perkembangan lembaga ini yang mana berawal dari pondok pesantren Sabilul Khoirot, lalu secara bertahap mendirikan unit Sekolah Islam Terpadu (SIT) mulai tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA dan MA Nurul Islam. Sampai saat ini, YPI Pondok Pesantren Sabilul Khoirot memiliki Direktorat Kesehatan yang menyediakan UKS dan Klinik Nurul Islam.


“Kondisi yayasan yang ada saat ini tentu telah melalui proses panjang dan bertahap. Dan pastinya kami akan selalu berbenah menuju yang lebih baik. Upaya menyediakan sarana pendidikan Islam yang berkualitas memotivasi kami untuk mengembangkan jaringan dengan lembaga lain termasuk universitas, baik dalam negeri maupun universitas luar negeri,” terang Sri Suwarsi yang didampingi wakil direktur, Dakhori, ME.


Alih-alih hanya menonton presentasi di layar atau mendengarkan pengalaman orang lain, para mahasiswa juga secara pribadi mengamati secara mendalam lingkungan pondok, berinteraksi dengan para pelaku secara langsung, dan melakukan pengamatan di tempat.


Melihat kehidupan dan tata kelola pondok secara langsung mendorong pemahaman yang lebih jelas tentang dunia, cara kerjanya, dan hubungannya. Hal ini memperkuat pelajaran di kelas sebelumnya dijelaskan oleh dosen pengampu Dr. H. Supriyanto, M.Pd.


Dari studi lapangan ini, para mahasiswa dapat mencapai tingkat realisme dan kepercayaan yang lebih tinggi. Karena pada hakikatnya, sebagai mahasiswa yang berpikir, mereka dapat menggunakan indra mereka untuk membuat perbandingan, menemukan persamaan dan perbedaan, serta melakukan pengamatan khusus di lapangan. (TIM/Red)

© Copyright 2022 - Berinteraksi dalam Keberagaman