Breaking News

Kunjungan Erdogan ke Qatar dan Perspektif Masa Depan


Perantara-Nasional.Com, Doha – Kunjungan Presiden Recep Tayyip ErdoÄŸan ke Qatar pekan lalu penting untuk meningkatkan kemitraan ekonomi dan politik kedua negara. 


Dikutip dari media Daily Sabah, bahwa Erdogan dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani telah menandatangani 15 perjanjian untuk meningkatkan hubungan ekonomi. Mereka juga sepakat untuk memperpanjang perjanjian pertukaran mata uang.


Kedua negara telah menjadi sekutu dekat selama beberapa tahun terakhir. Qatar mendukung Turki melawan upaya kudeta berdarah pada tahun 2016, sementara Turki mendukung Qatar pada tahun 2017 ketika tiga negara Arab lainnya memberlakukan embargo terhadap Qatar. 


Pesan presiden dalam pertemuan dengan Emir Qatar dan putra mahkota UEA menandai era baru bagi hubungan Turki dengan negara-negera di kawasan Teluk.


Pada 15 Juli 2016, Qatar adalah negara Arab pertama yang mengutuk upaya kudeta berdarah dan pada 2019 komando pasukan gabungan gabungan Turki dan Qatar dibuka. Ketika Arab Saudi, Mesir, dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 2017 dan memberlakukan blokade darat, laut, dan udara, Turki malah mengirim kapal dan pesawat yang membawa makanan, air, dan obat-obatan ke Qatar.


Pangkalan Militer


Turki juga memiliki pangkalan militer di Qatar. Pasukan Turki telah ditempatkan di negara itu dan pada 2019 markas baru pasukan gabungan didirikan. 


Erdogan mengunjungi pangkalan itu selama perjalanannya dan menyapa tentara Turki yang bertugas selama ia berada di Qatar. 


“Kami tidak memisahkan keamanan dan stabilitas Qatar dari negara kami sendiri,” kata Erdogan.


Hubungan diplomatik antara Turki dan Qatar terjalin pada tahun 1979 ketika kedua negara saling membuka kedutaan di Ankara dan Doha, namun butuh waktu 30 tahun bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan. 


Pada tahun 2014, Qatar menjadi negara Arab pertama yang mengunjungi Erdogan setelah ia terpilih sebagai presiden baru. Pada bulan Desember 2014, Komite Strategis Tertinggi dibentuk dan sejauh ini lebih dari 60 kesepakatan telah ditandatangani sehubungan dengan rapat komite.


Realitas Daerah


Hubungan ekonomi, bagaimanapun didirikan dengan kecepatan yang lebih besar. Volume perdagangan bilateral meningkat secara konsisten, dan investasi juga meningkat. 


Selain bidang kerja sama tersebut, kedua negara juga telah berpihak pada beberapa isu regional seperti Afghanistan dan Libya. 


Kunjungan Erdogan ke Qatar bersama dengan kunjungan baru-baru ini putra mahkota UEA ke Turki juga menandai era baru yang menunjukkan hubungan yang lebih baik antara Turki dan negara-negara Teluk.


Pesan Erdogan menggarisbawahi kemitraan kedua negara dan keberpihakan regional negara-negara Arab dan Turki terhadap tantangan lain.

© Copyright 2022 - Berinteraksi dalam Keberagaman