Breaking News

Selain Penandatanganan MoU, Universitas Sulawesi Barat Juga Gelar Pelatihan di SMPN 6 Tubo Sendana

 


Perantara-Nasional.Com, Majene — Sebagai upaya untuk menjadi lebih kompeten dan siap menghadapi masa depan dengan menjadi lebih proaktif dan berwawasan ke depan, Universitas Sulawesi Barat mendorong para warga yang merupakan wali siswa SMPN 6 Tubo Sendana untuk dapat membuat olahan produk perikanan yang nantinya menjadi ciri khas Tubo Sendana dan dapat dipasarkan. Hal ini dikarenakan, mayoritas orang tua siswa di SMPN tersebut berprofesi sebagai nelayan. 


Pada Kamis (23/6/2022) pagi, Jurusan Perikanan Universitas Sulawesi Barat melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU dengan SMPN 6 Tubo Sendana. MOU ini dibuat untuk mengkomunikasikan harapan bersama dari semua pihak untuk bergerak maju.


Selain penandatanganan MoU, Jurusan Perikanan Universitas Sulawesi Barat juga melakukan pelatihan untuk para wali siswa SMPN 6 Tubo Sendana yang notabenenya mereka kebanyakan adalah para nelayan. 


Pada pelatihan dengan tema “Ayo Makan Ikan agar Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Bersama Perikanan UNSULBAR” itu, Kepala Jurusan Perikanan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Sulawesi Barat Dr. Nur Indah Sari Arbit, S.Si., M.Si., menyatakan bahwa SMPN 6 Tubo Sendana merupakan salah satu sekolah yang sangat aktif dan cepat tanggap dalam pendampingan dan aplikasi dari pelatihan yang didapatkan di Program Sekolah Penggerak. 


Menurutnya, kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan di sekolah. Namun, kegiatan seperti ini bukanlah kegiatan yang pertama. Pihaknya, lanjut Nur Indah,  telah melakukan beberapa kegiatan namun sasarannya adalah masyarakat, yang mana salah satunya di Kelompok Perikanan Samaturu, Kabupaten Polewali Mandar yang fokus pada budidaya dan pengolahan rumput laut. 


"Semoga sinergitas dan kolaborasi ini dapat terus berjalan untuk kemajuan bersama. Kami dari Jurusan Perikanan UNSULBAR sangat senang dan menyambut baik sinergitas ini. InsyaAllah kolaborasi demi kolabolari seperti ini akan terus dilakukan," ungkap Nur Indah.


Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 6 Tubo Sendana Nurmadinah, S.Pd mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para dosen Jurusan Perikanan, Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Sulawesi Barat atas kehadiran mereka di SMPN 6 Tubo Sendana untuk memberikan pelatihan yang sangat berguna untuk kemajuan Indonesia. 


"Kegiatan seperti ini sangat bagus dan sangat kami butuhkan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dikembangkan lagi nantinya," terangnya.




Dengan lebih dari 17.500 pulau, 108.000 kilometer garis pantai, dan tiga perempat wilayahnya di laut, lautan merupakan pusat identitas dan kemakmuran Indonesia. 


Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen kuatnya terhadap ekonomi laut yang berkelanjutan atau “ekonomi biru”. Salah satunya ialah peningkatan pengelolaan aset laut dan pesisir (perikanan, hutan bakau, terumbu karang)


Indonesia telah mengembangkan sistem wilayah pengelolaan perikanan yang menyediakan struktur untuk membuat keputusan penting tentang tingkat panen perikanan. Sistem ini secara konseptual sehat namun tetap membutuhkan anggaran, sumber daya manusia, dan rencana pengelolaan yang jelas yang dapat mencegah penipisan stok ikan, termasuk batas panen yang jelas yang ditentukan berdasarkan ilmu dan data yang baik. (TIM/Red)


© Copyright 2022 - Berinteraksi dalam Keberagaman