Perantara-Nasional.Com, Jika ketenangan (al Sakiinah) itu turun di hati, maka hati itu akan damai, anggota badan akan menjadi lebih rileks dan kalem, sementara lisan akan lebih mudah mengucapkan kalimat syukur, kebenaran dan kebijaksanaan.
Demikianlah keadaan Nabi SAW pada hari beliau menyampaikan
kalimat kebenaran dan seruan tauhid kepada orang-orang yang terlihat
kemusyrikan di dalam hati mereka. Bahkan batu penarung dan hambatanpun kerap
menghadang dakwah Nabi SAW. Beliau acap kali disakiti, dilukai dan dicekik dan
dilempari, bahkan dituding sebagai penyihir dan orang gila.
Nabi Muhammad SAW tetap bersikap bersabar terhadap semua itu.
واللهِ يَا عَمُّ لَوْ وَضَعُوْا
الشَّمْسَ فِي يَمِيْنِي وَاْلقَمَرَ فِي يَسَارِي عَلَى أَنْ أَتْرُكَ هَذَا
الأَمْرَ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى يُظْهِرَهُ اللهُ أَوْ أَهْلِكَ دُوْنَهُ
“Demi Allah wahai pamanku, seandainya mereka meletakkan
matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan
dakwah yang aku lakukan, pasti aku tidak akan mau meninggalkannya sampai Allah
memenangkannya atau aku binasa karenanya.” (Kitab Al Siirah Al Nabawiyyah Ibn Hisyam).
Nabi SAW menghadapi pelecehan dengan sangat baik, sementara
Nabi SAW juga terus melanjutkan dakwahnya dan tidak peduli dengan penolakan
serta keterasingan untuk beribadah kepada Allah.
رب اغفر لقومي فإنهم لا يعلمون
"Ya Rabb, ampuni umatku karena mereka tidak tahu."
Selain itu, Nabi SAW juga berdoa:
لعلَّ الله أن يُخرج من أصلابهم من
يعبد الله ولا يُشرك به شيئًا
"Semoga Allah SWT menjadikan mereka orang-orang yang
menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya."
Allah SWT berfirman:
إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ
اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي
الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ
اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ
كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ
وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
"Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka
sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir
(musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari
dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada
temannya: Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita".
Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan
tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir
itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa lagi
Mahabijaksana." (QS
At-Taubah: 40).
Ketenangan Adalah Tanda Keimanan
Ketenangan adalah tanda keimanan dan kepercayaan pada Allah
SWT, Tuhan Semesta Alam. Ketenangan itu membawa kedamaian dan mengenakan
pakaian martabat kepada pemiliknya di tempat-tempat di mana hati hancur dan
pikiran mengembara.
Begitu tenangnya Nabi Muhammad SAW saat melewati berbagai
persoalan. Termasuk juga saat beliau menghadapi atau membuat perjanjian damai
Hudaibiyah. Saat itu dia berkata:
إنه ربي وإنه لن يضيعني
"Sesungguhnya Dia adalah Tuhanku, dan Dia tidak akan
menyia-nyiakanku."
Ketenangan adalah buah ketika kita sudah 100 persen percaya
pada Penguasa alam semesta. Rasa percaya atau keimanan inilah yang membawa
seorang Muslim pada ketenangan di setiap keadaan.
اللهم لولا أنت ما اهتدينا
Ya Allah jika tidak karena Mu niscaya
kami tidak mendapat petunjuk
ولا تصدقنا ولا صلينا
Dan kami tidak pernah zakat dan salat
فأنزلن سكينة علينا
Turunkanlah keening dihati kami
وثبت الأقدام إن لاقينا
Kokohkan kaki-kaki kami , jika kami
bertemu musuh
يا ربَّنا يا واهب العناية
Ya robbana, ya tuhan yang
memberi perlindungan
يا محسناً باللطفِ والوقايه
Ya tuhan yang selalu baik, dengan
kelembutan dan perlindungannya
من برِّك التوفيق والهدايه
Sebagian dari kebaikanmu ialah member
taufiq dan hidayah
فأوصلن منك الهدى إلينا
Ketemukanlah kami dengan hidayahmu
Al Faqiir menyampaikan semoga Allah SWT membukakan dada kita
semua dan memberikan kepada kita semua kedamaian serta ketenangan.
Sebab-sebab datangnya ketenangan dalam hati:
1. Keikhlasan dan keyakinan yang kuat kepada Allah SWT, Tuhan
Yang Maha Esa.
Surat Al-Fath Ayat 18:
لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ
الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي
قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا
Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin
ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa
yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi
balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).
2. Keyakinan yang teguh pada takdir, dan kepuasan atau rida
dengan ketetapan ALlah dalam setiap situasi.
Ibn al-Qayyim berkata dalam Madarij al-Salikeen:
أن الرضا ينزل عليه السكينة التي لا
أنفع له منها. ومتى نزلت عليه السكينة: استقام. وصلحت أحواله، وصلح باله. والسخط
يبعده منها بحسب قلته وكثرته
وإذا ترحلت عنه السكينة، ترحل عنه
السرور والأمن والدعة والراحة، وطيب العيش
فمن أعظم نعم الله على عبده: تنزل
السكينة عليه. ومن أعظم أسبابها: الرضا عنه في جميع الحالات. انتهى
3. Banyak berzikir serta berkumpul dengan kaum muslimin dan
orang-orang saleh.
Rasulullah SAW memuji orang yang berdzikir. Bahkan, beliau
SAW mengungkapkan, karunia Allah turun kepada mereka yang mengingat-Nya. Nabi
SAW bersabda dalam riwayat Abu Hurairah:
لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ
اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ المَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ
الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عليهمِ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَن
عِنْدَهُ
Tidaklah sekelompok orang yang berdzikir mengingat Allah
kecuali para malaikat mengelilinginya. Mereka diliputi rahmat Allah, turun
ketenangan kepada mereka, dan mereka dibanggakan Allah di hadapan para malaikat
yang ada di sisi-Nya.
(HR at-Tirmidzi).
Dengan banyak mengingat Allah, maka Allah pun akan
memperhatikan kita.
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu.
Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS al-Baqarah:152).
Keberuntungan pun insya Allah akan dengan mudah diraih.
وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berdzikir dan
berdoa) agar kamu beruntung.” (QS al-Anfal:45).

Social Header