Oleh Thoriq Aziz
Perantara-Nasional.Com, – Di sebuah kelas yang berlokasi di lingkungan MAN 3 Sragen, Jalan Solo-Purwodadi Km.14, Kalijambe, Kabupaten Sragen, aku yang bertugas sebagai seorang guru yang mengajar mata pelajaran Quran Hadis, Ilmu Tafsir dan Ilmu Hadis, diperbantukan untuk mendampingi kelas X-1 beserta Ibu Sri Wahyuni dan Bapak Maryamto dalam sebuah kegiatan proyek Profil Pelajar Pancasila yang merupakan rentetan agenda kurikulum merdeka.
Di kelas ini
aku mencoba untuk memberikan mukadimah kepada murid-muridku tentang Pancasila
sebagai dasar negara. Murid-murid di kelas ini sedang belajar tentang
nilai-nilai kebangsaan yang termuat di dalam Pancasila.
Di era
sekarang ini, nilai-nilai luhur Pancasila sudah mulai luntur dan jauh dari pengamalan oleh
warga negara. Oleh karena itu, kelas ini ingin berusaha memaparkan pengertian
Pancasila sebagai tujuan hidup bernegara. Di mana Pancasila berperan sebagai sumber
dari segala sumber hukum negara dan sumber nilai bagi seluruh bangsa Indonesia.
Sebagai dasar negara, Pancasila merupakan pedoman penting dalam mengatur
penyelenggaraan negara, sumber inspirasi, motivasi, sumber hukum, dan juga
cita-cita moral suatu negara, serta merupakan sumber bagi penyusunan konstitusi
negara Indonesia.
Cita-cita
negara hukum Republik Indonesia dalam empat pokok pikiran UUD 1945 pada
hakekatnya sama dengan Pancasila, yaitu Ketuhanan dan Kemanusiaan, Negara
Kesatuan, Keadilan Sosial, dan Kedaulatan Rakyat. Pancasila adalah dasar negara
republik indonesia, oleh karena itu pancasila merupakan sumber dari segala
sumber hukum negara republik indonesia. Tujuan Negara Indonesia tercantum dalam
alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945, yaitu: 1) Melindungi setiap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia: 2)
Memajukan kesejahteraan umum. 3) Mencerdaskan kehidupan bangsa, dan 4) Ikut
serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan
keadilan sosial.
Aku sendiri
merupakan seorang guru yang sangat bersemangat tinggi dalam berdiskusi dan
mengajarkan kepada murid-murid peserta didik tentang keutuhan bangsa dan Pancasila.
Aku selalu berusaha untuk membumikan nilai-nilai kebangsaan ini di dalam
kehidupan sehari-hari murid-muridku. Salah satu cara yang ku lakukan
adalah dengan bercerita.
“Anak-anak,
kalian pasti sudah tahu ya bahwa nilai-nilai Pancasila itu sangat penting bagi
kita sebagai bangsa Indonesia. Salah satu nilai yang paling penting adalah
gotong royong. Kalian pasti tahu kan arti dari gotong royong?” tanyaku kepada
murid-murid.
“Gotong
royong itu saling membantu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama,
Pak,” jawab salah satu murid.
“Betul
sekali. Gotong royong itu sangat penting untuk kita terapkan dalam kehidupan
sehari-hari. Misalnya, di dalam lingkungan sekolah kita bisa gotong royong
untuk membersihkan lingkungan sekolah, atau saat ada acara di kampung kita juga
bisa gotong royong untuk menyiapkan acara tersebut. Apalagi di saat pandemi
ini, kita harus gotong royong untuk saling menjaga kesehatan dan mencegah
penyebaran virus,” jelasku pada mereka.
Murid-murid
mendengarkan dengan serius, mereka tertarik dengan cerita yang ku sampaikan.
Aku tidak hanya memberikan definisi dan pengertian tentang nilai-nilai
Pancasila, tetapi juga memberikan contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari.
“Lalu, apa
lagi nilai Pancasila yang kalian pikir sangat penting?” tanyaku lagi kepada
murid-murid.
“Ketuhanan
Yang Maha Esa, Pak,” jawab salah satu murid.
“Betul. Ketuhanan Yang Maha Esa itu menjadi dasar dari semua nilai-nilai Pancasila. Kita harus selalu mengakui keberadaan Tuhan yang Maha Esa dalam kehidupan kita. Hal ini juga berarti bahwa kita harus menghargai perbedaan agama dan keyakinan,” jelasku.
Murid-murid semakin tertarik dengan cerita yang ku sampaikan. Mereka belajar tidak hanya tentang nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga tentang toleransi dan keberagaman.
“Apakah
kalian tahu mengapa Pancasila dibuat sebagai dasar negara kita?” tanyaku.
“Agar semua
orang di Indonesia bisa hidup rukun dan damai, Pak,” jawab salah satu murid.
“Benar
sekali. Pancasila dibuat untuk menyatukan semua bangsa Indonesia yang beragam.
Kita memiliki beragam suku, agama, bahasa, dan budaya, tetapi kita harus selalu
ingat bahwa kita adalah satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Oleh karena itu,
kita harus memegang teguh nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kebangsaan kita,”
lanjutku.
Dalam
mengajar Pancasila, aku mencoba tidak hanya memberikan penjelasan yang
teoritis, tetapi juga selalu mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini
membuat murid-murid semakin mudah memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai
kebangsaan dalam kehidupan mereka.
“Pak Thoriq,
kalau misalnya kita melihat ada yang melakukan kejahatan, apakah kita bisa ikut
diam saja?” tanya salah satu murid.
“Tentu
tidak. Salah satu nilai Pancasila yang penting adalah keadilan sosial. Kita
harus berani memperjuangkan keadilan sosial, termasuk melawan kejahatan.
Tetapi, kita harus melakukannya dengan cara yang benar dan tidak merugikan
orang lain,” jawab ku.
Murid-murid
di kelas tersebut semakin terinspirasi oleh cerita-cerita yang ku sampaikan.
Mereka belajar bahwa sebagai anak bangsa Indonesia, mereka memiliki tanggung
jawab untuk memegang teguh nilai-nilai kebangsaan dan mempraktikkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya
dalam kelas, aku berusaha untuk sering membawa murid-muridku ke luar kelas
untuk melihat langsung bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan di
masyarakat. Misalnya, aku membawa murid-murid untuk dewasa menyikapi isu-isu
terkini yang berkembang dengan sikap toleransi yang tinggi dan tetap menjaga
keutuhan bangsa.
“Dalam
kehidupan sehari-hari, kita harus selalu berusaha untuk mempraktikkan
nilai-nilai kebangsaan. Mulai dari hal-hal yang kecil seperti membantu orang
lain, hingga hal yang besar seperti memperjuangkan keadilan sosial. Kita tidak
boleh lupa bahwa kita adalah bagian dari bangsa Indonesia yang besar, dan kita
harus selalu memegang teguh nilai-nilai kebangsaan tersebut,” ujarku kepada
murid-muridku.
Di akhir
pelajaran, murid-murid di kelas tersebut tidak hanya belajar tentang
nilai-nilai kebangsaan yang terkandung di dalam Pancasila, tetapi mereka juga
belajar tentang keberagaman, toleransi, dan solidaritas. Mereka belajar bahwa
sebagai warga negara Indonesia, mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga
keutuhan bangsa dan memegang teguh nilai-nilai kebangsaan.
Dalam
mengajar Pancasila, aku memposisikan diriku tidak hanya sebagai pengajar tetapi
juga sebagai pendidik. Aku mengajarkan bukan hanya tentang teori, tetapi juga
bagaimana mempraktikkan nilai-nilai kebangsaan di dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, aku mencoba untuk membumikan nilai-nilai kebangsaan di sekolah
dan membentuk karakter murid-murid menjadi generasi yang berkepribadian tinggi
dan memegang teguh nilai-nilai kebangsaan.

Social Header