Perantara-Nasional.Com, Polewali Mandar - Tim Pengabdian Universitas Sulawesi Barat menggelar
kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema meningkatkan produktivitas
tambak polikultur melalui manajemen kualitas air. Kegiatan ini akan berlangsung
di Aula Kantor Desa Tandung di Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar, Sulawesi
Barat, Senin (22/7/2024).
Kegiatan
yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA ini dihadiri oleh kelompok pembudidaya ikan kering dan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).
Ketua
Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Adiara Firdhita Alam Nasyrah, S.Pi., M.Si.,
menyatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan
pengetahuan kelompok pembudidaya ikan Sipodalle tentang pentingnya pengelolaan
kualitas air tambak tradisional.
“Melalui program kemitraan masyarakat ini, kami berharap dapat membantu masyarakat Desa Tandung untuk memaksimalkan potensi budidaya tambak mereka. Salah satu langkah yang kami ambil adalah dengan memberikan pelatihan dan menyediakan alat pengukur kualitas air kepada kelompok pembudidaya ikan Sipodalle,” ujar Adiara.
Selama ini, kelompok pembudidaya ikan Sipodalle,
yang terdiri dari pemuda dari desa tersebut, telah menghadapi sejumlah
tantangan, termasuk kekurangan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola
kualitas air tambak, serta kekurangan alat pengukur kualitas air.
Dalam pelatihan tersebut, Rahmat Januar Noor, S.Si., M.Si., seorang dosen
akuakultur di Unsulbar, berbicara tentang pentingnya mengelola kualitas air
untuk budidaya tambak selama sesi pelatihan.
“Kualitas
air yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan penyakit pada komoditas
budidaya dan menurunkan produktivitas. Monitoring kualitas air secara rutin
adalah kunci keberhasilan dalam budidaya,” jelas Rahmat.
Selain
pelatihan teori, peserta juga diajarkan praktik langsung teknik pengukuran
kualitas air sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Dengan bimbingan yang diberikan oleh tim pengabdian, peserta dapat
mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh melalui latihan langsung di
lapangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka tidak hanya memahami
konsep-konsep teoretis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata,
sehingga dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan tambak ikan mereka.
Tim
pengabdian juga menyerahkan alat pengecekan parameter kualitas air kepada
kelompok pembudidaya ikan Sipodalle. Alat ini diharapkan dapat membantu
kelompok tersebut dalam melakukan monitoring dan pengelolaan kualitas air
tambak secara mandiri. Dengan adanya alat ini, kelompok pembudidaya ikan dapat
melakukan pengecekan rutin terhadap kualitas air, mengidentifikasi potensi
masalah lebih awal, dan mengambil langkah-langkah korektif yang diperlukan. Hal
ini akan meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya ikan
mereka.
“Alat
pengecekan kualitas air yang kami terima sangat bermanfaat untuk kelompok kami.
Terima kasih kepada tim pengabdian Universitas Sulawesi Barat atas bantuan
ini,” ungkap perwakilan kelompok masyarakat.
Dengan
adanya program ini, diharapkan kelompok pembudidaya ikan Sipodalle dapat
meningkatkan produktivitas tambak polikultur mereka, yang pada akhirnya akan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tandung.
.jpeg)
.jpeg)



.jpeg)
Social Header