KARANGANYAR, Perantaranasional.Com – Direktur Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab Al Munawarah, sekaligus Ketua Dewan Pembina Al Munawarah Peduli Anak Bangsa, Ustaz Dr (C). Thoriq Aziz, S.Pd., Lc., M.Pd., menegaskan bahwa isu Palestina dan Al-Quds (Yerusalem) masih menjadi pusat pergulatan geopolitik dunia sekaligus ukuran moral bagi kesadaran umat Islam. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Kajian Timur Tengah dan Palestina yang digelar Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Ranting Desa Klodran di Masjid Miftahul Janah Klodran (MMJK), Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Ahad (21/6/2026).
Dalam kajian bertajuk “Membaca Episentrum Geopolitik Global dan Kesadaran Umat Soal Palestina”, Thoriq Aziz memaparkan dinamika kawasan Timur Tengah yang menurutnya terus menjadi arena persaingan berbagai kekuatan besar dunia. Kajian tersebut diikuti oleh anggota IPHI dan masyarakat yang hadir dalam Pertemuan Rutin Putaran III Periode 8 IPHI Ranting Desa Klodran.
"Timur Tengah senantiasa menjadi panggung bagi benturan berbagai kepentingan strategis, perebutan pengaruh kekuatan-kekuatan besar (great powers), dan pergulatan ideologis yang tidak pernah usai. Dan jantung pergolakan tersebut adalah soal isu Palestina dan Al-Quds (Yerusalem)," kata Thoriq Aziz.
Menurutnya, dalam beberapa dekade terakhir isu Palestina menghadapi tantangan berupa upaya sistematis untuk menggesernya dari perhatian utama masyarakat internasional. Fenomena tersebut terjadi melalui berbagai proses normalisasi politik dan pembentukan arsitektur keamanan regional yang baru.
"Selama beberapa dekade terakhir, isu Palestina mengalami proses marginalisasi yang sistematis dalam panggung tata kelola global. Melalui proyek-proyek normalisasi politik yang dipaksakan dan desain arsitektur keamanan regional yang baru, ada upaya terstruktur untuk menggeser isu Palestina dari daftar prioritas utama dunia," ujarnya.
Meski demikian, ia menilai sejarah selalu menghadirkan momentum yang mampu mengubah arah percakapan global. Dalam konteks Palestina, peristiwa Thufan Al-Aqsha menjadi salah satu titik balik yang mengembalikan perhatian dunia terhadap persoalan tersebut.
"Namun, dinamika sejarah selalu menyimpan momentum interupsi yang tidak terduga. Peristiwa Thufan Al-Aqsha (Badai Al-Aqsha) yang meletus dengan segala kompleksitas dan dampaknya yang masif, telah menjadi sebuah shock therapy bagi normalisasi itu," jelasnya.
Lebih lanjut, Thoriq Aziz menegaskan bahwa Palestina kini tidak hanya menjadi isu geopolitik, tetapi juga ukuran moral dan ideologis dalam menilai sikap berbagai pihak terhadap keadilan dan kemanusiaan.
"Palestina pasca-peristiwa ini bertindak sebagai sebuah filter ideologis dan moral, sebuah mizán atau timbangan untuk menguji otentisitas kesadaran para elite politik, intelektual, maupun masyarakat awam," katanya.
Ia juga mengaitkan perjuangan Palestina dengan agenda kebangkitan peradaban umat Islam. Menurutnya, kemerdekaan berpikir dan kedaulatan politik merupakan syarat utama bagi lahirnya kebangkitan peradaban yang kokoh.
"Kebangkitan (Nahdhah) sebuah peradaban menuntut adanya kemerdekaan berpikir dan kedaulatan politik yang penuh (Taharrur). Konstruksi atau pembangunan (Bina’) tatanan internal umat yang kokoh secara peradaban mustahil terwujud jika episentrum spiritual dan teritorialnya, yakni Al-Quds dan Palestina, masih berada dalam cengkeraman penjajahan (Tahrir)," tegasnya.
Selain membahas isu Timur Tengah dan Palestina, kegiatan tersebut juga menjadi momentum konsolidasi organisasi IPHI Ranting Desa Klodran. Dalam laporan yang disampaikan pada pertemuan itu, jumlah anggota IPHI Klodran mengalami peningkatan.
IPHI Ranting Desa Klodran yang berdiri pada 14 Januari 2025 sebelumnya tercatat memiliki 122 anggota jamaah haji. Pada musim haji 2026, jumlah tersebut bertambah 12 jamaah baru sehingga total anggota per 21 Juni 2026 mencapai 134 jamaah haji.
Bertambahnya jumlah anggota diharapkan semakin memperkuat kontribusi para alumni haji dalam pembangunan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Melalui kegiatan rutin yang diselenggarakan secara berkelanjutan, IPHI Klodran juga berupaya meningkatkan kesadaran umat terhadap berbagai persoalan keumatan dan kemanusiaan, termasuk perjuangan rakyat Palestina yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat internasional.
Kajian ini menunjukkan bahwa isu Palestina tidak hanya dipandang sebagai persoalan regional Timur Tengah, tetapi juga sebagai bagian dari diskursus global yang berkaitan dengan keadilan, kemerdekaan, dan arah kebangkitan peradaban umat di masa depan.

Social Header